Bos Facebook Dilarang Masuk ke Rusia, Meta Ditetapkan Sebagai Organisasi Ekstremis

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Internasional ยท 24 Apr 2022 09:28 WIB

Bos Facebook Dilarang Masuk ke Rusia, Meta Ditetapkan Sebagai Organisasi Ekstremis


 Mark Zuckerberg CEO Meta. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Mark Zuckerberg CEO Meta. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Bos Facebook Mark Zuckerberg kini dilarang masuk Rusia pasca Perang Rusia-Ukraina pecah. Pemerintah Rusia juga menerapkan sanksi ke sejumlah tokoh.

Terbaru adalah CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang kini dilarang memasuki Rusia. Kebijakan serupa juga berlaku ke CEO LinkedIn Ryan Roslansky, Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris, hingga jurnalis yang dinilai menyebarkan artikel ‘Rusiafobia’.

Rusia menerapkan kebijakan tegas ke perusahaan induk Facebook, bahkan menetapkan Meta sebagai organisasi ekstremis.

“Kegiatan organisasi Meta ditujukan terhadap Rusia dan angkatan bersenjatanya,” kata perwakilan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), Igor Kovalevsky, dikutip dari India Today, Minggu (24/4/2022).

Kendati demikian, penggunaan produk Meta oleh individu atau perusahaan Rusia tidak ditetapkan sebagai partisipasi dalam aktivitas ekstremis. Orang-orang Rusia juga tidak akan dihukum apabila menggunakan layanan Meta.

Meski Facebook dan Instagram dilarang dan dicap sebagai ekstremis, Rusia masih memperbolehkan WhatsApp dipakai di sana. Alasannya, platform milik Meta itu lebih ditujukan sebagai platform komunikasi dan bukan tempat penyebaran misinformasi.

Untuk LinkedIn, Rusia memang sudah memblokir platform tersebut sejak 2016.

Tapi kebijakan itu tak berlaku untuk CEO Twitter, Parag Agrawal. Ia tidak masuk dalam daftar orang yang tidak boleh memasuki Rusia. Padahal pemerintah Vladimir Putin sudah membatasi akses Twitter, sama seperti Facebook dan Instagram.

 
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Deretan Penjara Termewah di Dunia, Ada Tempat Spa

3 Desember 2022 - 14:57 WIB

penjara termewah di dunia

Penyebab Followers Pengguna Twitter Alami Penurunan, Ternyata Karena Ini

2 Desember 2022 - 15:58 WIB

penurunan followers twitter

Perdana Menteri Spanyol Diteror Bom Surat

2 Desember 2022 - 11:50 WIB

Rumput Laut Baru Ditemukan di Perairan Dalam Antartika

1 Desember 2022 - 20:06 WIB

rumput laut antartika

Rayakan Kemenangan AS, Warga Iran Ditembak Mati

1 Desember 2022 - 12:23 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

PM Malaysia Anwar Ibrahim Belum Juga Punya Kabinet

1 Desember 2022 - 11:39 WIB

Trending di Internasional