BPOM Hasil Uji Sampel Produk Kinder Joy

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Nasional · 14 Apr 2022 15:42 WIB

BPOM Targetkan Hasil Uji Sampel Produk Kinder Joy Selesai Pekan Depan


 Kinder Surprise Ditarik Peredarannya Oleh BPOM Indonesia. (tribun/Bogordaily.net) Perbesar

Kinder Surprise Ditarik Peredarannya Oleh BPOM Indonesia. (tribun/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menargetkan proses uji sampel produk Kinder Joy di Indonesia untuk mengetahui kemungkinan cemaran bakteri Salmonella, bakal rampung pada pekan ketiga April 2022.

“Kami sudah uji ‘sampling’ sejak Jumat, 8 April 2022, di banyak tempat dan hasilnya kami laporkan pekan ketiga April,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, Kamis 14 April 2022 dikutip dari Antara.

BPOM telah menghentikan sementara peredaran produk Kinder dengan sejumlah varian di Indonesia, di antaranya Kinderjoy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls.

Produk yang tercemar bakteri salmonella tersebut merupakan produksi pabrik dari Belgia.

Sementara yang beredar di Indonesia merupakan produk yang berasal dari pabrik India.

“Jadi mungkin saja ada secara online karena hal itu bisa jadi dengan situasi masyarakat sekarang ada peredaran online. Tapi kalau yang secara resmi mendapatkan izin edar dari badan POM dan beredar secara resmi bukan yang berasal dari fasilitas produksi yang sama dengan di Belgia,” terang dia

Ia mengatakan bakteri Salmonella (non-thypoid) umumnya berada air dan mengontaminasi bahan baku produksi.

“Bisa bahan bakunya, proses pencucian tidak higienis, atau melalui tangan, itu sangat berisiko,” katanya.

BPOM mengharuskan pelaku usaha produk Kinder yang memiliki izin edar untuk menghubungi seluruh distributor se-Indonesia agar melakukan penarikan barang secara mandiri dengan diawasi BPOM di seluruh kota/kabupaten.

Menurut Penny, adanya kandungan Salmonella dalam produk tersebut diduga berasal dari proses produksi yang kurang higienis.

“Kenapa tadi juga kami mengambil langkah untuk berhenti dulu (menarik sementara produk). Kita uji dulu. Nanti kalau ada informasi lebih lanjut, kita sampaikan,” sambung perempuan berhijab ini.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat tidak mengomsumsi produk coklat tersebut sampai benar-benar dipastikan tidak ada laporan kandungan Salmonella.

“Kami tentunya mengimbau masyarakat jangan mengkonsumsi dulu dan melaporkan kami apabila ada produk Kinder dalam berbagai bentuk,” pesan Penny.

Salmonella dilaporkan otoritas kesehatan di Inggris dapat memicu gejala ringan, seperti diare, demam, dan kram perut bagi yang mengonsumsi..

Keputusan BPOM menyetop sementara peredaran produk Kinder dilatarbelakangi prinsip kehati-hatian untuk melindungi konsumen menyusul upaya yang sama juga dilakukan Food Standard Agency (FSA) Inggris beserta sejumlah negara di Eropa, antara lain Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia.

Produk yang ditarik di luar negeri adalah produk cokelat merek Kinder Surprise dalam kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi tiga masing-masing 20 gram, dengan batas kedaluwarsa masing-masing produk sampai dengan 7 Oktober 2022.

Inggris juga memperluas cakupan penarikan produk dengan menambahkan beberapa varian, yaitu produk merek Kinder Surprise kemasan 100 gram, Kinder Mini Eggs kemasan 75 gram, Kinder Egg Hunt Kit kemasan 150 gram, dan Kinder Schokobons kemasan 200 gram dengan batas kedaluwarsa 20 April hingga 21 Agustus 2022.

Penny memastikan bahwa fasilitas produksi Kinder yang beredar di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD.

“Hati-hati dengan produk Kinder dari ‘online’ (daring) karena tidak ada yang bertanggung jawab pada kandungan di dalamnya,” katanya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Daftar Jenderal yang Dimutasi Kapolri!

26 September 2022 - 12:35 WIB

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

26 September 2022 - 09:39 WIB

Program Uji Coba Kompor Listrik

Waduh, Akun Media Sosial Redaksi Narasi Kena Hack

26 September 2022 - 09:33 WIB

redaksi Narasi kena hack

Rangkaian Kronologis Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

26 September 2022 - 09:22 WIB

Permainan Capit Boneka Disebut Haram, Ini Alasannya!

26 September 2022 - 08:36 WIB

Capit boneka haram

Biadab! Kakek Jadikan Cucunya Budak Seks hingga Hamil dan Melahirkan

26 September 2022 - 08:25 WIB

Budak Seks kakek
Trending di Nasional