Bogordaily.net – Tak terasa Ramadan menyisakan beberapa hari lagi dalam menjalankan puasa. Doa puasa Ramadan hari ke-25 pun dapat dibaca untuk menambah kekhidmatan dan berkah bulan suci yang akan segera berkahir.
Bulan suci Ramadan merupakan waktu mustazab untuk memanjatkan doa. Pada setiap waktu dan tempat doa akan lebih cepat terkabulkan.
Hari ke-25 Ramadan ini memiliki arti penting, yakni sebuah hari ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan yang penuh barakah. Kita pun bisa meniru sunah Nabi ketika Ramadan di 10 hari terakhir ini.
Rasulullah ketika memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan lebih menggiatkan diri untuk beribadah kepada-Nya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari).
Doa bagaikan senjata bagi umat Islam yang beriman. Setiap menjalankan ibadah apa pun, selalu diiringi dengan doa kehadirat Allah SWT.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Di bulan ini (Ramadan) napasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.”
Agar puasa Ramadan semakin berkah, kamu harus tahu doa–doa harian dari hari pertama hingga terakhir puasa. Berikut doa hari ke-25 puasa Ramadan, seperti dikutip dari idntimes.com.
Sebagaimana hadis di atas, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meneladani beliau di akhir-akhir Ramadan ini.
Mulai dari memperbanyak baca Al-Qur’an, bersedekah dan beriktikaf di masjid untuk mendapatkan lailatulqadar di 10 hari terakhir Ramadan. Apalagi, masih ada beberapa hari lagi untuk kita bisa memaksimalkan barakah di bulan suci ini.
Doa hari ke-25 Puasa Ramadan:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ
Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih mencintai para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunah Nabi penutup-Mu, Wahai yang menjaga hati para nabi.”***