Bogordaily.net – Pengacara korban robot trading DNA Pro, Muhammad Zainul Arifin, mengungkapkan kerugian yang dialami kliennya yang mengikut investasi bodong sebanyak 122 korban dengan kerugian sebesar Rp17 miliar.
“Ada yang kerugiannya mulai dari Rp 700 juta hingga yang tertinggi Rp 1,5 miliar,” ujar Zainul di Bareskrim, Jakarta Selatan, dikutip dari Tempo, Jumat 1 Apil 2022.
Menurutnya, tindak pidana itu dilakukan oleh manajemen yang berbadan hukum, yaitu PT Digital Net Asia dan PT DNA Pro Akademi. keduanya diduga bersekongkol, karena kemungkinan melakukan perbuatan yang sama.
Para korban kata dia juga sudah melakukan upaya penarikan depositnya, tapi tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan.
“Lalu baru melakukan upaya hukum sebagai hak kita, yaitu melapor ke pihak kepolisian,” tutur dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan atau Kemendag dan Dirtipideksus Bareskrim telah menyegel PT DNA Pro Akademik.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menjelaskan, hal itu dilakukan pengawasan berdasarkan informasi, pihaknya melakukan segel penutupan terbukti dilepas.
“Untuk itu, Kemendag bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri menindak dengan menyegel kembali kantor perusahaan tersebut,” ujarnya.***