Bogordaily.net – Seorang bocah laki-laki viral di media sosial lantaran susah sinyal, dirinya tidak ingin mudik atau pulang kampung yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Bocah tersebut diperkirakan berada di salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kegiatan mudik lebaran juga dilakukan oleh keluarga satu ini. Namun ketika hendak berangkat mudik, ada momen tak terduga yang terjadi.
Seorang bocah tiba-tiba ngamuk tak mau mudik dengan alasan di kampung tidak ada jarangan. Momen tersebutlah yang menjadi viral di media sosial dan menuai atensi warganet setelah videonya diunggah oleh akun TikTok @asnizainal90.
Dalam video yang diunggah pada Senin, 25 April 2022, terlihat seorang bocah laki-laki terus meronta-ronta karena tidak ingin ikut orang tuanya untuk pergi mudik ke kampung halamannya.
Tak hanya meronta, ia juga menangis dan mengaku tak ingin ikut mudik karena di kampungnya tidak ada jaringan internet.
“Si bocil gak mau mudik, gak ada jaringan katanya,” tulis dalam video.
Karena tak mau naik mobil sendiri, akhirnya keluarga memutuskan untuk menggendong bocah itu ke dalam mobil. Lagi-lagi ia berusaha untuk melepaskan dirinya dan tetap bersikukuh menolak untuk mudik.
Bocah yang memakai baju kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak itu, merengek dan menangis saat digendong saat hendak dinaikkan ke mobil. Ia menolak untuk pergi.
Terdengar jelas bocah tersebut berteriak, kalau mengatakan tidak ada jaringan di kampung halamannya. “Tidak ada jaringan, tidak ada jaringan,” ucap bocah tersebut dalam video.
Belum diketahui bocah tersebut hendak ke daerah mana sampai menyebutkan ‘tidak ada jaringan’. Yang pastinya jaringan di tiap kabupaten di Sulsel memang begitu sulit, namun untuk provider tertentu saja.
Sontak postingan di akun Instagram @kabarmakassar_ tersebut dikomentari oleh netizen dengan emot tertawa.
“Dek dek,” kata @aanfurqan650.
Dipastikan bocah tersebut kemungkinan ketagihan bermain game di handphone. Bisa saja Mobile Legend atau yang saat ini digandrungi seumurannya Free Fire alias ‘epep’.
Game buatan Garena ini juga sangat populer di Indonesia, bahkan jumlah pemain yang online dalam waktu bersamaan dalam kuartal sehari pernah mencapai 20 juta pemain.
Di Indonesia sendiri, lebih dari 800 ribu tim telah mengikuti turnamen yang diselenggarakan Garena Free Fire pada 2020.***
