Tour Pawon Asyik Menghabiskan Malam di Dieng

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Travelling · 4 Apr 2022 20:43 WIB

Tour Pawon, Cara Asyik Menghabiskan Malam yang Dingin di Dieng


 Bersama Pak Jarir dan Rekan-rekan Menikmati Indahnya Kebersamaan Saat Malam di Dieng. (jhony/Bogordaily.net) Perbesar

Bersama Pak Jarir dan Rekan-rekan Menikmati Indahnya Kebersamaan Saat Malam di Dieng. (jhony/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Bermalam di atas gunung Dieng, tidak banyak yang bisa dilakukan. Namun, bila ingin lebih dari sekedar menghabiskan malam menyantap Mie Ongklok atau menyeruput kopi pengusir hawa dingin di resto atau warung pinggir jalan, cobalah ikut paket Tour Pawon by @dieng.travel.

Dieng, dataran tinggi tertinggi ke 2 di dunia yang dihuni manusia, setelah Nepal. Berada di ketinggian 2.100 MDPL, Wisata Dieng cukup beragam. Ada wisata gunung (Prau dan Pakuwojo), wisata kawah (Candradimuka dan Sikidang), wisata telaga (Warna dan Dlingo) , wisata candi ( Arjuna dan Dwarawati) , dan wisata kuliner tentunya.

Belum ada hotel berbintang di sana, tapi ada sekitar 400- an homestay dan beberapa hostel.

Bosan malam malam di kamar tanpa acara? Wisata malam yang satu ini boleh dipertimbangkan untuk dicoba. Kalian akan diajak ngendong (bertamu) ke rumah penduduk, langsung ke dapur rumah yang masih ada Pawonnya ( tungku api kayu bakar), lalu dijamu makan malam mengelilingi pawon yang menyala sambil mengobrol ngalor ngidul. Asyik kan?

Kata Pawon sendiri berasal dari kata awu yang diberi awalan pe dan akhiran an sehingga membentuk kata pa-awu-an.

Di sekitaran Dataran Tinggi Dieng, rumah berpawon sudah mulai susah ditemui, hanya tinggal beberapa. Salah satunya rumah pak Jarir, petani kentang, tempat Tur Pawon kami waktu itu.
Pak Jarir sendiri sudah tidak ingat, kapan rumah warisan orang tuanya itu dibangun.

Plafon dapur, dinding dinding kayu dan lemari perabotan memasak di dapur pawon pak Jarir, semuanya hitam, tertutup jelaga bekas pembakaran bertahun tahun . Ditambah aroma asap kayu akasia yang terbakar, terciptalah atmosfer sempurna yang membuat kami merasa seolah olah sedang berada di masa lalu, di tempat terpencil.

Pak Jarir mengundang beberapa orang tetangganya, supaya obrolan menjadi lebih hidup. Tak terasa waktu 3 jam berlalu dengan singkat.

Tour Pawon ini hanya diadakan malam hari, karena tuan rumah sibuk bertani sepanjang siang. Harganya relatif murah, 75 rb rupiah perpax. Dengan minimal 3 pax, tur bisa diadakan.

Untuk info lebih lanjut, bisa dilihat di akun Instagram @dieng.travel

Tidak usah merasa sungkan. Pak Jarir dan teman teman sangat senang bila dikunjungi dan merasa bangga tradisi turun temurun dan kearifan lokal Dieng yang hampir hilang ini, masih dihargai oleh orang orang kota.

(Johnny Pinot)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

5 Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, Ada Rinjani Didalamnya

6 Agustus 2022 - 10:35 WIB

gunung tertinggi

Wajib Tahu! 3 Hal Penting Sebelum Rafting!

5 Agustus 2022 - 15:19 WIB

Travelling ke Sumenep, Menuju Desa Wisata dengan Empu Keris Terbanyak di Dunia

4 Agustus 2022 - 15:05 WIB

Mendaki Gunung Rinjani Sambil Berburu Momen HUT RI

1 Agustus 2022 - 10:51 WIB

Travelling Sambil Menikmati Ritual Budaya Petik Laut di Pantai Lampon

31 Juli 2022 - 19:41 WIB

Sensasi Ngopi di Kaki Gunung Slamet dan Hamparan Sawah

29 Juli 2022 - 18:37 WIB

Trending di Travelling