Vaksin COVID-19 Sinovac Jadi Booster

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Nasional · 26 Apr 2022 15:57 WIB

Vaksin COVID-19 Sinovac Akan Digunakan Sebagai Booster


 Sinovac Luncurkan Vaksin yang Bisa Lawan Omicron Bulan Depan. (voa/Bogordaily.net) Perbesar

Sinovac Luncurkan Vaksin yang Bisa Lawan Omicron Bulan Depan. (voa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menjadikan vaksin Sinovac sebagai salah satu vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster. Ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung Nomor 31P/HUM/2022 atas rekomendasi untuk penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional.

“Untuk itu masyarakat yang merasa nyaman untuk menggunakan vaksin Sinovac, kami membuka peluang vaksin tersebut untuk bisa digunakan juga sebagai vaksin booster,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa 26 April 2022.

Vaksin Sinovac telah memperoleh rekomendsi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa MUI Nomor 02 Tahun 2021. Kemudian untuk mekanisme vaksinasi gotong royong, vaksin Sinopharm juga memperoleh rekomendasi fatwa halal dari MUI melalui Fatwa MUI Nomor 9 Tahun 2022.

Selain kedua vaksin tersebut, terdapat empat regimen vaksin COVID-19 lain yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Janssen.

Penggunaan berbagai jenis vaksin ini memungkinkan masyarakat untuk segera bisa menyesuaikan berbagai kondisi kesehatannya dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia.

“Vaksin yang sudah beredar secara luas di Indonesia ini juga merupakan vaksin-vaksin yang banyak digunakan di negara muslim lainnya seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Suriah, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Iran, Mesir, Palestina, Kuwait, Maroko, dan Bahrain, dan terbukti juga di negara-negara muslim tersebut kasus COVID- 19 dapat terkendali hingga saat ini,” ucap Nadia.

Sebagai bagian persiapan transisi dari pandemi menuju ke endemi, pemerintah terus mengakselerasi laju vaksinasi . Berdasarkan data dari Kemenkes hingga 25 April 2022, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 198,98 juta dosis atau 95,54 persen dari target sasaran dan dosis kedua 164,06 juta atau 78,78 persen dari target. Sedangkan capaian dosis booster baru sebesar 35,26 juta dosis atau 16,93 persen dari target.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Berikut Nama-nama Korban Meninggal Dunia akibat Tembok MTsN 19 Pondok Labu Roboh

7 Oktober 2022 - 06:47 WIB

MTsN 19 Pondok Labu

Tembok MTSN 19 Roboh Gegara Banjir, 3 Siswa Meninggal Dunia

6 Oktober 2022 - 22:11 WIB

tembok MTSN 19 roboh

Tok! Ini 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 21:01 WIB

Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Situs Web JW.ORG Bantu Orang Tua Tangani Depresi Anak

6 Oktober 2022 - 16:34 WIB

depresi anak

Army Indonesia Donasi Ratusan Juta untuk Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 12:35 WIB

Info Lengkap Hasil Seleksi Pendamping Desa 2022: Cara Cek dan Besaran Gajinya

6 Oktober 2022 - 12:07 WIB

seleksi Pendamping Desa 2022
Trending di Nasional