Bogordaily.net – Wasit Bundesliga Jerman, Matthias Jollenbeck menjadi pembicaran dunia, setelah hentikan pertandingan saat waktu berbuka puasa tiba. Ia melakukannya untuk memberi kesempatan berbuka puasa bagi pemain muslim.
Keputusan Matthias Jollenbeck memberikan kesempatan bagi para pemain muslim berbuka puasa diapresiasi banyak pihak. Meskipun hal itu bukan menjadi inisiatif dari dirinya, namun keputusannya dianggap telah menunjukan sebuah sikap respek yang harus selalu muncul di arena sepak bola.
Kejadian ini berlangsung saat FC Augsburg vs Mainz bertanding di Stadion WWK Arena, tengah pekan lalu.
Kala itu pertandingan memasuki menit 65, wasit Mathias Jollenbeck yang memimpin jalannya pertandingan memberi kesempatan kepada satu pemain Mainz 05 yang hendak berbuka puasa. Pemain yang dimaksud adalah Moussa Niakhate.
Media asal Jerman itu melaporkan wasit Jollenbeck menghentikan sesaat laga tersebut karena permintaan kapten Mainz Moussa Niakhate yang hendak berbuka puasa.
Pada pukul 19:54 waktu setempat Niakhate terlihat mendapatkan dua botol minum dari rekan setimnya, kiper Robin Zentner.
Setelah banyak minum, bek asal Prancis itu kembali melanjutkan pertandingan dan berterima kasih kepada wasit Jollenbeck.
Menghentikan permainan guna memberikan waktu untuk pemain berbuka puasa bukan kejadian umum dalam laga sepak bola. Terlebih lagi tidak banyak permain Muslim yang terlibat dalam pertandingan itu.
Karena itu juga, menurut Deutschlandfunk Sport wasit Jollenbeck tercatat sebagai wasit pertama yang memberikan waktu istirahat kepada pemain Muslim untuk berbuka puasa sesaat setelah matahari terbenam.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Kemenangan ini diciptakan melalui gol yang diciptakan oleh Jeffrey Gouweleeuw (pinalti) dan Ruben Vargas. Sedangkan Mainz membalas lewat gol Silvan Widmer.*
