Bolehkan Puasa Syawal dan Puasa Utang Ramadan Digabung?

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Nuansa Ramadhan · 8 Mei 2022 11:39 WIB

Bolehkan Puasa Syawal dan Puasa Utang Ramadan Digabung? Berikut Penjelasannya


 Ilustrasi doa. (Pixabay/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi doa. (Pixabay/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Pada bulan Syawal, umat muslim disunnahkan untuk mengerjakan amalan enam hari berpuasa. Puasa Syawal dapat dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga akhir menjelang berakhirnya bulan Syawal. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari ini memiliki amalan setara dengan puasa selama setahun. Selain berpuasa Syawal, umat muslim juga dapat mengganti utang puasa Ramadan atau puasa qada. Lalu bagaimana hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan jika dilakukan dalam satu waktu sekaligus?

Dikutip Suara.com dari berbagai sumber, hukum fikih dalam puasa menjelaskan bahwa ulama berpendapat hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan tidak diperbolehkan digabung. Hukum kedua puasa tersebut tidak boleh digabungkan karena umat muslim diutamakan untuk membayar utang puasa terlebih dahulu.

Hal ini disebabkan membayar utang puasa di bulan suci hukumnya wajib sementara puasa Syawal merupakan sunah. Jika seorang muslim memiliki utang puasa, diwajibkan untuk segera membayar utang puasa dengan puasa qada.

Sementara itu bagi umat muslim yang tidak memiliki utang puasa Ramadan dianjurkan untuk segera berpuasa Syawal demi kebaikan dirinya.

Sebagaimana dalam sebuah hadist yang berbunyi sebagai berikut.

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR. Muslim).

Puasa Syawal ini diutamakan dikerjakan setelah Idulfitri, tetapi tidak masalah jika tidak berurutan dan yang terpenting diakhiri masih pada bulan Syawal.

Umat muslim diharuskan untuk mengetahui bacaan niat puasa Syawal sebagai berikut.

“Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Demikian merupakan ulasan singkat seputar hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan atau puasa Qada. Jawabannya adalah tidak diperbolehkan jika digabung. Umat muslim diwajibkan terlebih dahulu untuk melaksanakan puasa qada terlebih dahulu  sesuai dengan utang puasa dan dilanjut dengan puasa Syawal setelahnya. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Menyisakan Misteri, Dimana Ponsel Brigadir J?

24 Agustus 2022 - 11:44 WIB

ponsel brigadir J

Selain Puasa, Ini Amalan di Bulan Syawal, Salah Satunya Bisa Dilakukan Wanita Haid  

7 Mei 2022 - 08:09 WIB

Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Ketahui Niat, Pengertian, dan Ketentuannya

6 Mei 2022 - 10:53 WIB

Pagi

Dirayakan Usai Idulfitri, Berikut Asal Usul dan Sejarah Lebaran Ketupat

6 Mei 2022 - 06:55 WIB

Jasa Marga Ungkap Rekor Mudik Lebaran Tertinggi di Tahun 2022

5 Mei 2022 - 10:36 WIB

mudik lebaran

Sambut Puasa Syawal, Warga Lampung Meriahkan Tradisi Sekura

4 Mei 2022 - 18:49 WIB

Trending di Nuansa Ramadhan