China Pecat Kepala Kesehatan Kota Geragara Covid-19

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 25 Mei 2022 22:15 WIB

China Pecat Kepala Kesehatan Kota Gegara Kasus Covid ‘Meledak’


 Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Kasus Covid-19 di China terus melonjak. Pemerintah China pun mengambil langkah pemecatan terhadap Kepala Kesehatan Beijing, Yu Luming, Rabu, 25 Mei 2022.

Ratusan kasus Covid-19 varian Omciron dilaporkan terjadi dalam sepekan terakhir.

Laporan Xinhua seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP menyebut jumlah tersebut merupakan yang terbesar di Beijing sejak awal pandemi.

Angka itu kemungkinan bakal terus naik meski China melakukan kebijakan ketat nol-Covid.

Pemerintah kota telah memerintahkan jutaan warga Beijing untuk bekerja dari rumah. Selain itu transportasi publik seperti bus dan layanan kereta bawah tanah diliburkan selama kasus meningkat di Beijing. Bahkan tempat-tempat umum seperti taman, restoran, sekolah, dan toko-toko harus tutup di Beijing.

“Yu dianggap melakukan pelanggaran disiplin dan aturan terkait penanganan Covid-19 dan tengah menjalani tinjauan dan investigasi,” demikian tulis Xinhua.

Media China lainnya juga melaporkan, Wakil Wali Kota Beijing, Wang Hong, mengundurkan diri setelah Covid terus mengalami peningkatan.

Hingga kini China masih menjalankan penerapan lockdown ketat dalam kebijakan nol-Covid selama pandemi.Pemerintah pusat juga sudah banyak memecat para kepala daerah yang dinilai gagal menegah ‘ledakan’ kasus Covid di sejumlah daerah dan kota.

Sementara itu tak hanya China, Korea Utara juga tengah dilanda gelombang tinggi kasus Covid-19. Dilaporkan lebih dari 1,2 juta warga diduga suspek Covid-19 di tengah penyebaran virus di negara yang dipimpin Kim Jong-un itu. Di tengah lonjakan kasus corona, harga obat-obatan herbal yang tak berkaitan dengan Covid-19 ikut meroket dua kali lipat hingga lebih.

Seorang penduduk di Provinsi Pyongan Utara mengatakan semua obat flu yang diproduksi China telah hilang. Harga obat-obatan herbal yang tidak terkait dengan pengobatan Covid-19 melonjak tajam.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional