Sunday, 12 April 2026
HomeBeritaKenali Ciri-ciri Hepatitis pada Anak yang Perlu Diketahui Bunda

Kenali Ciri-ciri Hepatitis pada Anak yang Perlu Diketahui Bunda

Bogordaily.net – Hepatitis akut berat atau hepatitis misterius pada anak yang belum diketahui penyebabnya bisa merenggut nyawa pasien, apabila terlambat mendapat pengobatan medis.

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K)., mengungkapkan bahwa, anak yang terinfeksi hepatitis akut berat tersebut masih bisa diselamatkan asalkan tidak terlambat dibawa ke rumah sakit.

“Penyakit ini memang berbahaya, tetapi dengan kita waspada diharapkan tidak mendapatkan anak-anak dalam kondisi berat. Tapi masih pada kondisi yang awal, sehingga memberi ruang untuk dokter menolong pasien lebih banyak,” kata dokter Hanifah, dikutip dari Suara, Kamis 5 Mei 2022.

Gejala awal dari hepatitis akut berat itu berupa gangguan pada saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan kadang-kadang disertai demam ringan.

Dokter Hanifah mengingatkan, apabila anak mulai alami gejala seperti itu sebaiknya orangtua perlu curiga adanya infeksi hepatitis akut berat dan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Bawalah anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan. Mereka akan memikirkan apakah perlu diperiksa lebih lanjut untuk mencari kemungkinan perjalanannya menjadi hepatitis akut berat. Jadi jangan menunggu gejala sampai kuning karena kalau sudah lebih berat dokter kehilangan momentum untuk menolong lebih cepat,” imbuh dokter Hanifah.

Ia berpesan, jangan menunggu anak alami gejala lebih berat yang memang menjadi ciri khas dari hepatitis. Seperti urin berwarna gelap, tinja berwarna pucat, serta mata dan kulit terlihat menguning, bahkan kesadaran yang menurun. Gejala-gejala itu justru menunjukkan kondisi berat dan peluang diselamatkan semakin sedikit.

“Apabila dokter memeriksa kadar SGOT dan SGPT, yaitu enzim hati, didapatkan salah satu atau kedua enzim meningkat di atas 500IU. Bila berlanjut lagi gejalanya pasien akan mengalami pembekuan darah dan selanjutnya akan terjadi penurunan kesadaran dan dapat berlanjut menjadi kematian bila pasien tidak dilakukan transplantasi hati,” jelasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here