Denmark Kirimkan Bantuan Rudal Anti-Kapal Harpoon ke Ukraina

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Internasional · 24 Mei 2022 10:11 WIB

Jaga Garis Pantai Laut Hitam, Denmark Kirimkan Bantuan Rudal Anti-Kapal Harpoon ke Ukraina


 Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Denmark akhirnya mengrim rudal anti-kapal Harpoon dan peluncur buatan AS ke Ukraina yang sebelumnya diumumkan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, Senin 23 Mei 2022 waktu setempat.

Ini adalah tanda pertama sejak invasi Rusia pada Februari bahwa Kyiv akan menerima senjata buatan AS yang secara signifikan memperluas jangkauan serangannya.

“Denmark akan memberikan sejumlah rudal dan peluncur anti-kapal Harpoon ke Ukraina,” kata Austin saat mengumumkan, dikutip dari RMOL, Selasa 24 Mei 2022.

Sebelumnya dilaporkan pada Kamis 19 Mei 2022 bahwa, AS telah bekerja untuk membantu mentransfer lebih banyak kemampuan anti-kapal ke Ukraina dengan jangkauan lebih dari 100 kilometer karena pelabuhannya diblokade oleh kapal dan ranjau.

“Secara resmi, rudal dimaksudkan untuk membantu mempertahankan garis pantai Ukraina,” menurut Austin dan Ketua Kepala Gabungan Jenderal Mark Milley, yang berbicara dengan wartawan setelah pertemuan virtual Grup Kontak Pertahanan Ukraina pada Senin.

Boeing A/U/RGM-84 Harpoon adalah rudal anti-kapal standar Angkatan Laut AS, dengan perkiraan jangkauan sekitar 300 kilometer. Ia memiliki panduan radar aktif dan meluncur ke permukaan hingga mencapai target, di mana ia dapat melakukan manuver “pop-up” dan menyerang dari atas.

Harpoon biasanya diluncurkan dari kapal permukaan atau pesawat tempur, tetapi peluncurnya dapat dilepas dari kapal untuk digunakan di darat.

“Ini adalah langkah penting dan terukur untuk meningkatkan kemampuan dan intensitas operasional Ukraina melawan Rusia,” kata Tom Karako, rekan senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional dan direktur Proyek Pertahanan Rudal.

“Senjata itu akan menghadapi risiko gempuran kapal Rusia yang menyerang Ukraina dari Laut Hitam atau di tempat lain,” katanya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kisah Para Perempuan Iran: Kami Perlu Bukti Keperawatan untuk Menikah

10 Agustus 2022 - 17:28 WIB

Korban Tewas Banjir Seoul Korea Selatan Jadi 16 Orang

10 Agustus 2022 - 12:52 WIB

Waspada! Virus Baru Langya Ditemukan di China

10 Agustus 2022 - 09:52 WIB

Rusia Tembak Rudal Hipersonik Kinzhal ke Fasilitas Militer Ukraina

10 Agustus 2022 - 06:51 WIB

Rudal Hipersonik Kinzhal

Fakta-fakta Banjir Bah di Korea Selatan, Kereta Api Lumpuh

9 Agustus 2022 - 21:17 WIB

Donald Trump Ngedumel, Rumahnya Dikepung FBI, Brankasnya Dibobol

9 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Truth
Trending di Internasional