Bogordaily.net– Wabah cacar monyet menghebohkan dunia. Saat ini wabah tersebut sedang menyebar di Afrika, Eropa, dan Amerika. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun menegaskan tidak perlu vaksinasi massal. Menurut WHO, langkah-langkah menjaga kebersihan yang baik dan perilaku seksual yang aman dapat membantu mengendalikan dan mencegah penularan. Sehingga tak diperlukan vaksin cacar monyet.
Ketua Tim Patogen Berisiko Tinggi Perwakilan WHO di Eropa, Richard Pebody, dilansir dari CNN Indonesia mengatakan pasokan langsung vaksin dan antivirus cacar juga relatif terbatas.
Pebody menjelaskan langkah-langkah utama untuk mengendalikan wabah cacar monyet, di antaranya pelacakan kontak dan isolasi.
Ia juga mengatakan cacar monyet bukan virus yang menyebar dengan sangat mudah, juga sejauh ini tidak menyebabkan gejala serius.
Vaksin yang digunakan untuk memerangi cacar monyet, kata Pebody, juga dapat memiliki beberapa efek samping yang signifikan.
Tanggapan WHO muncul saat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan sedang dalam proses merilis beberapa dosis vaksin Jynneos untuk kasus cacar monyet.
Dilansir Reuters, Pemerintah Jerman juga mengatakan sedang mempertimbangkan opsivaksinasi dalam menanggulangi wabah cacar monyet. Di Inggris telah diberikan vaksinasi cacar monyet kepada beberapa petugas kesehatan.
Hingga Sabtu, 21 Mei 2022 WHO melaporkan sebanyak 92 kasus cacar monyet terkonfirmasi di negara-negara yang bukan wilayah endemi virus penyebab cacar monyet. Virus itu menyebar ke manusia melalui binatang dan menimbulkan gejala seperti cacar biasa.
Pertama kali diidentifikasi pada monyet, penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan jarang. Wabah cacar monyet pertama menyebar di wilayah Afrika Barat. ***