Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

Menu

Mode Gelap
Diduga Ruko di Desa Rancabungur Jadi Sarang Penjualan Obat Terlarang Muncul Lagi di Wuhan, China Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Banyak Masalah, Kemensos RI Cabut Izin ACT! Cek Lokasi Perpanjangan SIM Kota Bogor, Rabu 6 Juli 2022 Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya!

Ekonomi · 17 Mei 2022 21:31 WIB

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan


 Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtualnya. (Suara.com/Muhammad Fadil Djailani/Bogordaily.net) Perbesar

Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtualnya. (Suara.com/Muhammad Fadil Djailani/Bogordaily.net)

Bogordaily.net  Nilai impor Indonesia pada April 2022 tercatat BPS mencapai USD19,76 miliar, turun 10,01 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 21,97 persen dibandingkan nilai impor April 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan jika dilihat, pertumbuhan impor secara bulanan pada tahun 2021 dan terjadi penurunan pada bulan April polanya sama.

“Impor migas April 2022 senilai USD3,81 miliar, naik 9,21 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 88,48 persen dibandingkan nilai impor April 2021,” kata Margo Yuwono dalam konferensi pers dikutip dari Suara.com, 17 Mei 2022.

Sementara lanjut dia, nilai impor nonmigas April 2022 senilai USD15,95 miliar, turun 13,65 persen dibandingkan nilai impor Maret 2022 atau naik 12,47 persen dibandingkan nilai impor April 2021.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar April 2022 dibandingkan nilai impor Maret 2022 adalah pada golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yaitu sebesar USD483,4 juta (17,68 persen). Sebaliknya peningkatan terbesar adalah pada golongan sayuran yaitu sebesar USD63,6 juta (111,83 persen).

Sedangkan tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2022 adalah Tiongkok yaitu sebesar USD20,90 miliar (32,58 persen), Jepang yaitu sebesar USD5,63 miliar (8,77 persen), dan Thailand yaitu sebesar USD4,01 miliar (6,24 persen).

Selanjutnya impor nonmigas dari ASEAN yaitu sebesar USD11,42 miliar (17,81 persen) dan Uni Eropa sebesar USD3,63 miliar (5,66 persen).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–April 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi yaitu sebesar USD548,8 juta (9,55 persen), bahan baku/penolong sebesar USD14.102,9 juta (31,26 persen), dan barang modal sebesar USD2.337,4 juta (26,78 persen).***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ramalan Para Bos, Diprediksi Properti Indonesia Bangkit Tahun Ini

6 Juli 2022 - 17:15 WIB

Suku Bunga Naik, Menkeu: Cicil KPR Makin Berat

6 Juli 2022 - 16:45 WIB

KemenKopUKM Ajak Seluruh Pihak Tingkatkan Belanja Produk Dalam Negeri

6 Juli 2022 - 16:30 WIB

Produk Dalam Negeri

Milenial Dominasi Investasi di Pasar Modal, Investor BRI Terbanyak

6 Juli 2022 - 13:36 WIB

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

6 Juli 2022 - 08:13 WIB

Ekosistem Digital

KemenKopUKM Gencarkan Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro Sektor Perikanan

5 Juli 2022 - 22:07 WIB

Trending di Ekonomi