Menyebut Orang 'Botak' di Inggris Dianggap Pelecehan Seksual

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Internasional · 16 Mei 2022 19:19 WIB

Ingat! Menyebut Orang ‘Botak’ di Inggris Dianggap Pelecehan Seksual Loh!


 Ilustrasi Botak. (Shutterstock/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi Botak. (Shutterstock/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Hati-hati salah sebut. Kini Pengadilan Inggris memutuskan jika menyebut seorang pria botak tergolong ke dalam tindakan pelecehan seksual.

Dalam putusan tersebut, para hakim berpendapat kebotakan lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Karena itulah, mereka menilai penggunaan kata ‘botak’ sebagai sebuah penghinaan.

Pengadilan membandingkan penyebutan pria botak dengan mengomentari ukuran payudara wanita berdasarkan sebuah kasus pada 1995 silam.

Melansir CNN Indonesia dari CNBC, putusan yang diterbitkan beberapa hari lalu itu dibuat atas kasus penghinaan yang diduga diberikan terhadap Tony Finn, seorang tukang listrik di perusahaan manufaktur British Bung.

Kabarnya, Finn telah bekerja di perusahaan tersebut selama hampir 24 tahun. Dia dipecat tahun lalu. Hal-hal yang mengiringi pemecatannya merupakan bagian dari kasus tersebut.

Finn mengklaim bahwa dirinya disebut ‘botak’ dan diancam oleh seorang supervisor bernama Jamie King dalam sebuah perselisihan pada Juli 2019.

Pengadilan menilai, menggunakan kata ‘botak’ sebagai penghinaan untuk Finn adalah bentuk pelanggaran terhadap martabatnya.

“Itu (hinaan botak) menciptakan lingkungan yang mengintimidasi baginya,” bunyi dalam putusan tersebut.

Dalam sidang itu, Finn diputuskan menerima kompensasi atas keputusan pengadilan meskipun besaran jumlahnya belum ditentukan.

Sementara itu di sisi lain ada keuntungan di balik pemilik kepala botak atau plontos. Dilansir dari Suara.com dari Life Your Way, berikut keuntungan yang akan didapat pemilik kepala plontos:

Risiko kanker rendah

Salah satu hasil penelitian yang ditulis Jonathan L. Wright menegaskan bahwa pola kebotakan pria dalam usia 30 tahun diikuti dengan penurunan risiko kanker prostat sebesar 29%. Ia juga menambahkan bahwa semakin lama Anda tetap botak, semakin Anda terlindungi dari kanker.

Menurunkan Stres

Stres mental adalah salah satu alasan utama rambut rontok dan menjadi botak. Tetapi pada saat yang sama, jika Anda menjalani hidup dengan kebotakan, maka Anda akan terbebas dari stres. Pertama-tama, Anda berada di bawah tekanan besar ketika Anda menemukan bahwa Anda mengalami kebotakan. Semakin cepat Anda botak, semakin mudah Anda keluar dari stres.

Metabolisme Lebih Efektif

Orang botak memiliki kadar testosteron yang tinggi dibandingkan orang dengan rambut di kepala. Kadar testosteron yang tinggi dalam tubuh pria memiliki pengaruh metabolisme yang positif pada kesehatan mereka. Testosteron meningkatkan metabolisme dan memberi pria bentuk tubuh yang baik dan maskulin.

Tidak Akan Kepanasan

Sinar matahari akan membuat kepala berkeringat dan rambut menjadi lebih berminyak. Tetapi orang dengan kepala plontos tidak akan mengalami masalah ini.

Menghemat Waktu dan Uang

Anda tidak akan menghabiskan uang untuk berbagai produk rambut, seperti sampo, minyak rambut, cat rambut, dan lainnya. Anda juga tidak akan menghabiskan waktu untuk menata rambut setiap akan bepergian.

Menarik Perhatian

Jumlah orang yang memiliki kepala plontos lebih sedikit daripada orang dengan berambut. Oleh karena itu, orang botak lebih menarik perhatian di keramaian atau di tengah kelompok. Ini pada akhirnya membantu mereka untuk sukses dalam profesi mereka.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Restoran di China Kebakaran, 17 Orang Tewas

28 September 2022 - 23:21 WIB

Curhat Pilu Pemilik Penis Terbesar di Dunia, Takut Kesakitan

28 September 2022 - 20:18 WIB

penis terbesar di dunia

Takut Disuruh Wajib Militer, AS Suruh Warganya Tinggalkan Rusia

28 September 2022 - 20:09 WIB

Tagar #ChinaCoup Trending di Twitter, Tersebar Rumor Xi Jinping Dikudeta

28 September 2022 - 19:02 WIB

Uji Pertahanan Planet, Pesawat Antariksa NASA Tabrak Asteroid

28 September 2022 - 06:12 WIB

pesawat antariksa NASA

Sempat Galau! Akhirnya Negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

27 September 2022 - 23:39 WIB

Trending di Internasional