Kementan Didesak Gerak Cepat Atasi PMK Hewan Ternak

Menu

Mode Gelap
Geger! Instagram Mendiang Vanessa Angel Mendadak Hilang Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Nasional · 14 Mei 2022 11:25 WIB

Kementan Didesak Gerak Cepat Atasi PMK Hewan Ternak


 Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Terkait dengan penyebaran penyakit mulut kuku (PMK) hewan ternak, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) gerak cepat mengambil langkah untuk menekan penyakit tersebut.

Menurut Dedi, membeli dan memusnahkan ternak yang terjangkit PMK, jadi solusi yang memperlambat penyebaran wabah PMK di Indonesia.

Dedi mengatakan bahwa saat ini sapi yang terkena PMK belum terlalu banyak, yakni hanya berasal dari ternak di Aceh dan Jatim.

Ia pun meminta Kementan segera mengatasi penyakit tersebut.

“Sebaiknya Kementerian Pertanian membeli sapi yang terkena penyakit PMK. Nah, sapi yang telah dibeli itu, lalu dimusnahkan,” demikian kata Dedi, dikutip dari RMOL, Sabtu 14 Mei 2022.

Mantan Bupati Purwakarta ini mengaku sepakat dengan usulan Presiden Jokowi terkait kebijakan lockdown daerah yang menjadi sentra penyebaran penyakit PMK hewan ternak.

Meski demikian, Dedi mengaku khawatir jika tidak dimusnahkan, daging-daging ternak yang terjangkit PMK dijual di berbagai pasar.

“Usulan Pak Jokowi agar sapi di daerah kena di-lockdown menjadi satu alternatif. Tapi saya tak yakin, sapi-sapi itu tidak dijual ke daerah lain secara diam diam, karena pengawasan kita lemah,” demikian keraguan Dedi.

Dedi melihat potensi dijual diam-diam ada karena vaksin dalam negeri untuk cegah PMK masih dalam proses. Di sisi lain, kedisiplinan peternak untuk tidak menjual sapi yang terjangkit PMK ke luar daerah diragukan.

Atas dasar itulah, proses pemusnahan akan dapat memberikan ketangan pada masyarakat.

Selain itu, Dedi juga meminta pemerintah untuk sementara mencegah impor ternak dari negara yang terjangkit penyakit kuku-mulut itu.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Hore, Penumpang Kereta Jarak Jauh yang Sudah Vaksin Kedua Tak Perlu Tes Antigen

18 Mei 2022 - 19:50 WIB

Mulai Hari Ini, OJK Terbitkan Aturan Baru Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan 

18 Mei 2022 - 19:30 WIB

OJK

Waspada! Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah Menjadi 14

18 Mei 2022 - 19:08 WIB

Hepatitis akut misterius

Ngeri, Detik-detik Bus Rombongan Takziah Terbalik di Sleman, Puluhan Luka-luka 1 Tewas

18 Mei 2022 - 17:35 WIB

Sekolah di Swasta, Siswa Miskin Jabar Dapat Bantuan Rp2,7 Juta/tahun

18 Mei 2022 - 17:20 WIB

Tak Bayar THR, Dunkin Donuts Resmi Dilaporkan

18 Mei 2022 - 17:02 WIB

Trending di Nasional