Kenaikan Tarif KRL Commuter Jakarta-Bogor Tunggu Kajian Wacana

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Ekonomi ยท 18 Mei 2022 17:11 WIB

Kenaikan Tarif KRL Commuter Jakarta-Bogor Tunggu Kajian Wacana


 Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kenaikan Tarif KRL belum akan diberlakukan pemerintah. Kenaikan tarif itu kini sedang dalam kajian wacana serta melihat perkembangan di masyarakat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kenaikan tarif KRL Jabodetabek belum diterapkan dalam waktu dekat. Saat ini, Kemenhub kembali mengkaji berapa kenaikan tarif KRL tersebut.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan, kajian ini akan mempertimbangkan daya beli masyarakat usai Ramadan dan Lebaran.

“Kami tegaskan bahwa Kemenhub tidak akan menerapkannya dalam waktu dekat. Kami akan melakukan kajian ulang usai masa mudik, mengingat terjadi juga kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang mempengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022 seperti dikutip dari suaracom.

Adita mengaku, Kemenhub sebenarnya telah memiliki kajian soal kenaikan tersebut. Hanya saja, Kemenhub belum menerapkan, karena mempertimbangkan perkembangan di masyarakat. “Kami akan segera menyampaikan ke masyarakat, jika akan dilakukan penyesuaian tarif KRL,” imbuh dia.

Sebelumnya, PT KAI Commuter Indonesia (KCI) membeberkan hasil kajian dari beberapa lembaga terkait dengan kenaikan Kereta Rel Listrik itu.

Kajian yang dilakukan sejumlah lembaga itu dalam bentuk survei mengenai kemampuan membayar (ability to pay/ATP) dan kesediaan membayar (willingness to pay/ WTP) pengguna terhadap tarif KRL Commuter Line Jabodetabek.

VP Corporate Secretary KCI, Anne Purba memaparkan, hasil kajian berbagai lembaga tersebut menunjukkan ATP dan WTP pengguna KRL lebih tinggi dibanding tarif yang berlaku saat ini.

“Meskipun demikian, hingga saat ini tarif KRL masih tetap berlaku sesuai dengan apa yang telah berjalan lebih dari lima tahun terakhir, yaitu pengguna membayar Rp 3.000 untuk 25 Kilometer pertama dan Rp 1.000 untuk setiap 10 Kilometer berikutnya,” ujar Anne dalam keterangannya, Jumat 14 Januari 2022.

Dalam kurun waktu lebih dari lima tahun terakhir, KAI Commuter bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia terus meningkatkan pelayanan bagi pengguna KRL.

Sementara itu, PT KAI juga meningkatkan faktor keselamatan dan keandalan prasarana perkeretaapian dengan meningkatkan perawatan infrastruktur serta pembuatan underpass dan hall pengguna di sejumlah stasiun.

Sedangkan, KAI Commuter memperbarui dan meningkatkan keandalan sarana perkeretaapian sehingga tiap tahunnya dapat menambah jumlah perjalanan, jumlah rangkaian KRL yang melayani pengguna, mengembangkan sistem e-ticketing, digitalisasi layanan, dan pada masa pandemi ini menambah fasilitas layanan yang sesuai dengan protokol kesehatan untuk melindungi pelanggan maupun para petugas.

Kajian terhadap tarif KRL selama ini dilakukan berkala sebagai program untuk mengetahui respon masyarakat terhadap tarif, terutama di tengah masa pandemi dimana kondisi perekonomian masyarakat banyak berubah.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

KemenKopUKM Gencarkan Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro Sektor Perikanan

5 Juli 2022 - 22:07 WIB

Kepemimpinan BUMN Lebih Fokus dan Tuntas, BRI Tuai Kinerja Positif

5 Juli 2022 - 17:17 WIB

BRIFast Remittance

KemenKopUKM: Koperasi Potensial Jadi Holding Company bagi Usaha Kreatif dan Digital

5 Juli 2022 - 16:09 WIB

Urus Izin dan Segera Cek Distributor, Ini Cara Daftar Agen Minyak Goreng

5 Juli 2022 - 13:51 WIB

Cek Harga Bahan Pokok! Mendag Temukan Harga Telur Turun, Cabai Masih Tinggi

5 Juli 2022 - 13:19 WIB

Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini

5 Juli 2022 - 08:45 WIB

harga emas antam
Trending di Ekonomi