Ketua DPC PDIP Kab Bogor Sebut Ade Yasin Terjerat Ulah Birokrasi Lama

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Politik ยท 5 Mei 2022 11:39 WIB

Ketua DPC PDIP Kab Bogor Sebut Ade Yasin Terjerat Ulah Birokrasi Lama


 Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan angkat bicara soal sikap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin yang legowo menanggung resiko perbuatan birokrat yang menjadi bawahannya.

Bayu menyebut, apa yang kini dialami tokoh politik PPP Jawa Barat itu disebabkan alur birokrasi di lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor yang dinilainya belum berubah.

“Kami atas nama keluarga besar PDIP Kabupaten Bogor dan saya secara pribadi sangat prihatin dengan apa yang dialami kepala daerah kita ibu Ade Yasin. Saya yakin betul ibu Ade Yasin adalah pemimpin yang cukup baik, di mata masyarakat maupun diri saya secara pribadi. Ini adalah musibah,” kata Bayu dalam rekaman suara, Rabu 4 Mei 2022.

Menurut Bayu, dirinya sangat memahami adanya pukulan bagi seluruh elemen-elemen masyarakat dari tataran elite hingga rakyat jelata akibat musibah tersebut. Meski begitu, Bayu berharap, pelayanan masyarakat harus terus berjalan normal.

“Masyarakat lapisan atas hingga bawah depresi atas musibah ini. Saya yakin betul ini semua akibat kelalaian yang diperbuat oleh kebiasaan lama para pejabat birokrat sehingga menjerat bupati sebagai seorang politikus. Saya maklum apa yang disampaikan ibu Ade Yasin yang terpaksa bertanggungjawab atas perbuatan anak buahnya. Karena mungkin digiring oleh oknum anak buahnya itu yang tanpa disadarinya beresiko cukup besar,” tandas Bayu.

Selepas hari raya Idul Fitri ini, lanjut Bayu, Kabupaten Bogor secara bersama-sama, terutama kalangan eksekutif (birokrat) agar memperbaiki semua hal.

“Saya saja mengalami sendiri. Saat masih menjadi legislatif menemui pejabat itu sangat mudah, tetapi saat tidak menjabat sangat sulit bertemu dan mendapat pelayanan. Padahal saya masih ketua partai pemenang pemilu nasional loh. Menghubungi saja sulit, sementara yang saya bawa kepentingan masyarakat bukan pribadi,” ujarnya.

Bayu bahkan menegaskan, birokrat di Pemkab Bogor tidak seperti sosok Ade Yasin yang terbuka dan transparan. Banyak kalangan pejabat yang dinilainya tertutup, tidak transparan dan cenderung enggan melayani.

“Bupatinya baik, transparan dan terbuka, tapi hanya beberapa pejabat saja yang seperti beliau, sisanya tidak. Mari kita kupas sama-sama mana yang memberikan pelayanan baik mana yang tidak. Ayo dong berubah, saya aja sulit berkomunikasi apalagi masyarakat biasa,” pungkas Bayu.*

(Gibran)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Airlangga: Lebih dari 10 Kali Ikut Pemilu, Menang Terbanyak Masih Golkar

10 Agustus 2022 - 13:02 WIB

PAN Kompak Bareng Golkar dan PPP Daftar Pemilu 2024 di KPU

10 Agustus 2022 - 12:46 WIB

Ini Nominal Asuransi Kerja Penyelenggara Pemilu 2024

10 Agustus 2022 - 11:23 WIB

Asuransi Kerja Penyelenggara Pemilu

Isu Jokowi Endorse Erick Thohir Maju Pilpres, PAN: Kami Senang

10 Agustus 2022 - 10:51 WIB

Dukungan Airlangga Jadi Capres 2024 Angin Segar untuk KIB

10 Agustus 2022 - 07:01 WIB

Airlangga capres 2024

Masih Ada 15 Parpol Belum Daftar ke KPU, Apa Saja?

9 Agustus 2022 - 15:18 WIB

Trending di Politik