Kim Jong-un Damprat Pejabat Malas

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional · 18 Mei 2022 16:03 WIB

Kim Jong-un Damprat Pejabat Malas Gara-Gara Covid-19 Tinggi di Korut


 Apotek di Korea Utara buka 24 jam setelah di tengah melonjaknya kasus Covid-19.(via Reuters/KCNA/CNN Indonesia/Bogordaily.net)
Perbesar

Apotek di Korea Utara buka 24 jam setelah di tengah melonjaknya kasus Covid-19.(via Reuters/KCNA/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Korea Utara (Korut) dilanda gelombang Covid-19 yang terus meluas. Kondisi tersebut membuat Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un geram. Ia bahkan mendamprat pejabat yang lalai dan malas.

“Ada ketidakdewasaan perihal kapasitas negara mengatasi krisis, sikap non-positif, kelambanan dan non-aktivitas (malas) pejabat terkemuka negara,” kata salah satu pejabat Korea mengulang pernyataan Kim dikutip CNN Indonesia dari KCNA via AFP.

Dalam rapat Politbiro pada Selasa, 17 Mei 2022 itu Kim Jong-un juga bersumpah akan membangkitkan semangat seluruh partai seperti gunung berapi yang aktif untuk melawan Covid-19.

Ia juga mengatakan wabah tersebut menyebabkan pergolakan besar secara nasional di Korea Utara.

Kim pun menetapkan sejumlah aturan untuk mencegah penyebaran virus yang semakin masif. Aturan itu di antaranya membatasi aktivitas, membagikan obat-obatan, dan mengerahkan tentara untuk membantu mendistribusikan obat. Tak hanya itu sekitar 3.000 tentara medis ambil peran dalam menangani wabah ini.

“Sistem pelayanan untuk mengantar dan memasok obat-obatan berlaku selama 24 jam,” demikian menurut laporan media pemerintah.

Selain hal-hal itu, keluarga Kim juga ikut turun tangan dengan mendonasikan obat-obatan di Provinsi Hwanghae Selatan.

Sementara itu sejauh ini total kasus demam yang diduga berkaitan dengan Covid-19 mencapai 232.880 kasus dan 62 kematian.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan Covid-19 akan menyebar secara luas di Korut. Kondisi ini diduga terjadi karena pemerintah menolak program vaksin dan bantuan komunitas internasional.

Korut belum memulai vaksinasi massal dan kemampuan tes yang terbatas dan meningkatkan kekhawatiran betapa sulit menilai seberapa luas dan cepat wabah ini menyebar.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional