Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Mafia Minyak Goreng

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Nasional ยท 17 Mei 2022 19:18 WIB

Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng


 Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, Lin Che Wei. (Kumparan/Bogordaily.net) Perbesar

Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, Lin Che Wei. (Kumparan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan LCW atau Lin Che Wei, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak goreng atau Crude Palm Oil (CPO).

Kepuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan, penetapan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-26/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-22/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022.

“Adapun satu orang tersangka yang dilakukan penahanan yaitu LCW alias WH selaku pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan RI,” kata Ketut kepada wartawan, Jakarta, dikutip dari Sindonews, Selasa 17 Mei 2022.

Dalam perkara ini, peran tersangka yaitu bersama-sama dengan tersangka IWW (Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI) mengkondisikan pemberian izin Persetujuan Ekspor (PE) di beberapa perusahaan.

“Untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka LCW alias WH dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 17 Mei 2022 s/d 05 Juni 2022,” ujar Ketut.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus izin ekspor ini, Kejagung menetapkan empat tersangka. Mereka adalah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana, lalu Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) SM, dan General Manager di Bagian General Affair PT. Musim Mas PTS.

Perbuatan para tersangka melanggar tiga ketetentuan, yakni Pasal 54 Ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang tentang Perdagangan, Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 Tahun 2022 jo Nomor 170 Tahun 2022 tentang domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO), serta Ketentuan Bab II Huruf A angka (1) huruf b, jo Bab II huruf C angka4 huruf c Peraturan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Nomor 02/DAGLU/PER/1/2022 tentang petunjuk teksnis pelaksanaan kebijakan dan pengaturan ekspor CPO, RDB Palm Oil, dan UCO.

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.***

Artikel ini telah dibaca 1.000 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Polisi Ringkus Ayah yang Tega Ikat Anak Dalam Karung

1 Juli 2022 - 23:55 WIB

anak dalam karung

Syarat, Biaya dan Bedanya SIM Internasional dan Nasional

1 Juli 2022 - 22:51 WIB

Resmi, Ada 3 Provinsi Baru, Indonesia Kini Punya 37 Provinsi

1 Juli 2022 - 22:39 WIB

Jelang Idul Adha, Kasus Covid-19 Dilaporkan Naik Hingga 620 Persen

1 Juli 2022 - 21:28 WIB

Wiku

Sopir Ngantuk, Xpander Seruduk Mobil dan Dua Motor

1 Juli 2022 - 21:22 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Penggunaan Masker Akan Diperketat

1 Juli 2022 - 21:10 WIB

Covid-19 melonjak
Trending di Nasional