Rumah Warga Rangga Mekar Terancam Longsor

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Kota Bogor · 23 Mei 2022 16:06 WIB

Miris, Rumah Warga Rangga Mekar Terancam Longsor


 Rumah Warga Bernama Muslim, Tampak Retak dan Miring. (Ibnu/Bogordaily.net) Perbesar

Rumah Warga Bernama Muslim, Tampak Retak dan Miring. (Ibnu/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Rumah keluarga Muslim (47) berada di Kampung Gudang, RT03/RW07, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, sangat memperihatinkan, bahkan rumah itu terancam longsor

Selama enam Bulan bangunan rumahnya jadi, perlahan-lahan mengalami keretakan yang semakin parah. Hal itu dikarenakan rumah yang ia bangun berada di atas tebing yang tidak memiliki turap yang kuat.

Pantauan bogordaily.net di lokasi, nampak rumah yang berada di dekat tebing ini mengalami penurunan tanah, bahkan rumah itu bisa terancam longsor.

Bagian dapur dan kamar mandi mengalami keretakan yang cukup parah dengan diameter kurang lebih 5 hingga 10 centimeter.

Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, bisa menyebabkan tanah tersebut longsor.

Diketahui, Muslim adalah salah satu warga yang terkena gusuran rel kereta api double trek Bogor – Sukabumi. Dirinya mendapat kan uang kompensasi sebesar Rp 20 juta.

Dengan uang tersebut, dirinya harus segera memiliki hunian untuk menampung anak dan mertuanya sebanyak sembilan jiwa.

“Saya mah dari pada ngontrak jadi maksain bangun rumah disini, karena kalau ngontrak uang segitu setahun juga abis,” katanya.

Muslim menyebut jika turun hujan deras dirinya bersama keluarga berdiam di bagian ruang tengah rumahnya. Pasalnya ruangan belakang sudah mengalami keretakan yang cukup parah.

Lebih lanjut, ia mengatakan, belum memiliki dana untuk memperbaiki rumahnya sendiri, karena penghasilannya yang tak mencukupi.

“Mau di bangun sendiri apa boleh buat, bukan dibiarin, apalagi punya anak kecil, makanya kalo mandi yang dikontrol itu anak kecil,” ucapnya.

Yang memprihatinkan juga, di rumah tersebut ada seorang nenek yang sudah berusia 96 tahun dan tidur di kamar belakang dengan kondisi dinding rumah yang sudah retak parah.

Muslim mengatakan, sudah dibantu oleh kepala wilayah setempat untuk mengajukan bantuan.

“Sudah pengajuan sama pak RW dan pak Lurah juga udah survey, kemudian anggota dewan juga sudah, namun belum dapet kejelasan sampai sekarang,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua RW07 Kelurahan Rangga Mekar Roni, menambah, dirinya sudah mencoba mengajukan bantuan.

“Sudah ada beberapa kali survey juga, tinggal menunggu realisasinya, kalo saya cuma bisa bantu mengajukan saja,” katanya.

Sebagai RW, ia berharap segera ada yang memberikan bantuan, karena ia ingin masyarakatnya hidup dengan aman dan nyaman.

“Saya juga hanya bisa menunggu kapan, kalau saya sih harapannya cuma pengen secepatnya, karena khawatir sudah sangat membahayakan,” ungkapnya. (*) (Ibnu Galansa Montazery)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sukses, Kodim 0606/Kota Bogor Gelar Fun Run 2022

13 Agustus 2022 - 15:58 WIB

Peltu Ridwan Dampingi Pemberian Imunisasi Anak Nasional

13 Agustus 2022 - 15:42 WIB

Koptu Andry H Hadiri Kegiatan Santunan Anak Yatim

13 Agustus 2022 - 13:47 WIB

Kodim 0606 Melalui Babinsa Kelurahan Mulyaharja Hadiri Lomba MTQ

13 Agustus 2022 - 13:27 WIB

Serda Dedi Jumaedi Dampingi Kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu

13 Agustus 2022 - 13:15 WIB

Jelang HUT RI ke-77, Warga Antusias Mengisi Lomba Kemerdekaan

13 Agustus 2022 - 11:53 WIB

Trending di Kota Bogor