Thailand Bagikan 1 Juta Bibit Tanaman Ganja Gratis

Menu

Mode Gelap
Geger! Instagram Mendiang Vanessa Angel Mendadak Hilang Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Internasional ยท 13 Mei 2022 16:19 WIB

Mulai Juni, Thailand Akan Bagikan 1 Juta Bibit Ganja Secara Gratis


 Thailand Mulai Juni Akan Bagikan Sejuta Bibit Ganja Kepada Warganya. (kompas/Bogordaily.net) Perbesar

Thailand Mulai Juni Akan Bagikan Sejuta Bibit Ganja Kepada Warganya. (kompas/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Mulai Juni, Pemerintah Thailand akan bagikan 1 juta bibit tanaman ganja secara gratis kepada warganya, untuk ditanam dihalam rumah mereka.

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pemerintah berencana untuk membagikan satu juta tanaman bibit ganja secara gratis kepada rakyat.

Thailand bakal memberlakukan izin penanaman ganja di rumah tangga pada 9 Juni. Warga Thailand diizinkan menumbuhkan ganja setelah memberitahu pemerintah lokal mereka.

“Mulai 9 Juni, orang-orang di Thailand akan dapat menanam tanaman ganja sebanyak mungkin di rumah mereka sendiri,” kata Auntin seperti dikutip laman The National Thailand, Jumat, 13 Mei 2022.

Ganja yang ditanam haruslah dalam level medis dan hanya digunakan khusus untuk kesehatan. Ganja hasil penanaman tersebut tak bisa digunakan untuk tujuan komersial.

Anutin mengumumkan langkah tersebut pada akhir pekan lalu dalam sebuah unggahan Facebook yang juga menguraikan manfaat terpisah dari budidaya komersial.

Saat ini legal di Thailand bagi perusahaan yang terdaftar untuk menjual produk ganja dengan kurang dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol atau THC, senyawa psikoaktif dalam ganja yang membuat orang “mabuk”.

Anutin menjelaskan bahwa orang juga dapat menjalankan bisnis dan perusahaan terkait ganja di bawah aturan baru.

“Ini akan memungkinkan orang dan pemerintah untuk menghasilkan lebih dari 10 miliar baht [per tahun] pendapatan dari ganja dan rami,” katanya.

“Sementara itu, orang dapat memamerkan ganja dan produk dan kebijaksanaan terkait rami dan menjual produk mereka secara nasional,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya pengusaha dan bisnis dapat bersaing secara bebas di pasar ganja Thailand karena tidak akan ada konsesi. Penjual kecil produk terkait ganja tidak perlu mendaftar ke Food and Drug Administration (FDA).

“Namun, bisnis besar terkait ganja harus meminta izin untuk beroperasi dari FDA,” imbuhnya.

Pendukung ganja lokal telah menyatakan harapan pelonggaran undang-undang ganja dapat meningkatkan pemulihan ekonomi setelah krisis Covid-19. Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja medis pada 2018.

Pemerintah Thailand juga mengizinkan penggunaan ganja dalam minuman dan kosmetik.

Namun, perusahaan yang ingin menggunakan ganja dalam produk mereka harus menjaga batas kandungan bahan itu kurang dari 0,2 tetrahydrocannabinol (THC). Kandungan tersebut merupakan bagian dari ganja yang membuat orang mabuk.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kasus Cacar Monyet di Inggris Bertambah, Diduga Lewat Kontak Seks

18 Mei 2022 - 23:03 WIB

Waduh! Pria di Jepang Tilap Duit Bansos Covid-19 Rp5 Miliar, Habis untuk Judi

18 Mei 2022 - 22:15 WIB

Covid-19 Melonjak, Korea Utara Laporkan Ribuan Kasus Baru Demam Tinggi

18 Mei 2022 - 18:35 WIB

demam tinggi

Pesawat China Eastern Airlines Sengaja Ditabrakkan ke Bukit?

18 Mei 2022 - 17:31 WIB

Kim Jong-un Damprat Pejabat Malas Gara-Gara Covid-19 Tinggi di Korut

18 Mei 2022 - 16:03 WIB

Berikan Penghormatan Terakhir, Kamala Harris Terbang ke Uni Emirat Arab

18 Mei 2022 - 08:38 WIB

Kamala harris
Trending di Internasional