Pemerintah Akan Batasi Penggunaan BBM Jenis Pertalite

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Ekonomi ยท 30 Mei 2022 15:13 WIB

Pemerintah Akan Batasi Penggunaan BBM Jenis Pertalite


 BBM Jenis Pertalite dan solar Akan Dibatasi. (kompasiana/Bogordaily.net) Perbesar

BBM Jenis Pertalite dan solar Akan Dibatasi. (kompasiana/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Banyaknya masyarakat menengah keatas mengisi bahan bakar mobil menggunakan BBM jenis pertalite, pemerintah merencanakan pembatasan penggunaan BBM jenis pertalite dan solar.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, pemerintah akan membuat regulasi yang mengatur dua hal, yakni kenaikan harga minyak dunia dan peralihan konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga.

“Di dalam Perpres tersebut tidak hanya BBM jenis Pertalite yang akan disempurnakan, satu lagi yang lebih krusial BBM jenis solar karena solar masih disubsidi meskipun subsidi per liter, tetapi harganya masih sangat murah kalau dibandingkan dengan solar nonsubsidi,” ujar Djoko dikutip dari Antara, Senin 30 Mei.

Pemerintah kini tengah merumuskan konsumen yang berhak menerima BBM bersubsidi.

Secara umum yang berhak menerima BBM bersubsidi adalah usaha kecil, usaha mikro, petani kecil yang lahannya di bawah dua hektare, dan kendaraan umum.

Saat ini, kata Djoko, harga solar bersubsidi hanya dijual Rp5.100 per liter. Sedangkan harga solar non-subsidi sudah mencapai hampir Rp13.000 per liter.

Djoko mengungkapkan, perang Ukraina dengan Rusia telah membuat harga minyak dunia melambung terkhusus gasoline, sehingga harga Pertamax di dalam negeri naik menjadi Rp12.500 per liter.

Sementara itu, pemerintah juga tidak menaikkan harga Pertalite yang membuat selisih harga BBM jenis penugasan ini juga serupa antara Solar dan Bensin.

Situasi itu yang membuat beban keuangan Pertamina semakin berat karena perseroan harus mengimpor sekitar 50 persen untuk bensin dengan harga yang tinggi.

Sementara harga jual produknya justru tidak naik sesuai harga keekonomian.

“Dua hal ini yang akan diatur lebih lanjut oleh Perpres yang baru tersebut,” kata Djoko.

Dia menambahkan, Solar adalah prioritas pertama yang akan pemerintah atur karena BBM jenis ini digunakan tidak hanya oleh kendaraan bermotor, tetapi industri-industri pertambangan dan perkebunan, hingga kapal-kapal besar.

Adapun Pertalite hanya terjadi pergeseran konsumen yang membuat volume penyalurannya bertambah.***

 

 

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Naik Lagi! Catat Ini Harga Emas Antam 24 Karat Hari Ini Sabtu, 3 Desember 2022

3 Desember 2022 - 11:54 WIB

harga emas 3 Desember

MenKopUKM Pastikan Pabrik Minyak Makan Merah di Sumut Siap Beroperasi Segera

3 Desember 2022 - 09:40 WIB

pabrik makan minyak merah

MenKopUKM: Masyarakat Deli Serdang Bisa Manfaatkan Program Solusi Nelayan Mulai Desember 2022

2 Desember 2022 - 22:36 WIB

Bawa UMKM Indonesia Mendunia, BRI Selenggarakan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022

2 Desember 2022 - 16:19 WIB

Forum Kemitraan BUMN dan UKM Hasilkan Potensi Kerja Sama Mencapai Rp 224,8 miliar

2 Desember 2022 - 16:06 WIB

BRI Fokus pada Isu Inklusi Keuangan, Menteri BUMN Erick Thohir Apresiasi Peran BUMN Sukseskan Presidensi G20

2 Desember 2022 - 11:15 WIB

Trending di Ekonomi