Pengungsi Ukraina Dilarang Kerja di Tempat Hiburan Dewasa Jepang

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Internasional · 30 Mei 2022 12:47 WIB

Pengungsi Ukraina Dilarang Kerja di Tempat Hiburan Dewasa Jepang


 Ilustrasi. (Vantage/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Vantage/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Sejumlah pengungsi asal Ukraina yang melarikan diri ke Jepang semenjak konflik Ukraina-Rusia dilaporkan mengalami kesulitan hidup dan mencari nafkah dengan bekerja sebagai karyawan di tempat hiburan dewasa.

Laporan tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Kehakiman Jepang Yoshihisa Furukawa yang kemudian melarang kegiatan tersebut.

“Ada kasus di mana pengungsi (dari Ukraina) telah dilaporkan bekerja pada perusahaan tertentu yang tidak boleh mereka kerjakan,” kata Furukawa menjelaskan, setelah pertemuan Kabinet pada Jumat, dikutip dari RMOL, Senin 30 Mei 2022.

Perusahaan-perusahan yang dimaksud Furukawa termasuk klub, bar, dan tempat hiburan dewasa lainnya di Jepang.

“Badan Layanan Imigrasi telah mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada para pengungsi Ukraina yang memberi tahu mereka bahwa visa mereka tidak mengizinkan mereka untuk mengambil pekerjaan yang dicakup oleh undang-undang hiburan dewasa,” katanya.

Para pengungsi diperbolehkan untuk mengubah status visa mereka untuk dapat tinggal di Jepang selama satu tahun, tetapi bahkan status tempat tinggal tidak akan membuat pekerjaan di sektor hiburan dewasa tersedia bagi mereka.

Sekitar 14 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak dimulainya operasi militer Rusia di negara itu pada akhir Februari, menurut perkiraan PBB. Lebih dari 1.000 dari mereka telah berakhir di Jepang.

Furukawa juga menyatakan keprihatinannya bahwa perempuan Ukraina bisa menjadi korban perdagangan manusia, dengan laporan semacam itu datang dari negara lain.

Awal bulan ini, seorang peneliti untuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengungkapkan bahwa pencarian online untuk pekerja seks dari Ukraina melonjak 600 persen di seluruh dunia setelah pecahnya konflik.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Korban Tewas Banjir Seoul Korea Selatan Jadi 16 Orang

10 Agustus 2022 - 12:52 WIB

Waspada! Virus Baru Langya Ditemukan di China

10 Agustus 2022 - 09:52 WIB

Rusia Tembak Rudal Hipersonik Kinzhal ke Fasilitas Militer Ukraina

10 Agustus 2022 - 06:51 WIB

Rudal Hipersonik Kinzhal

Fakta-fakta Banjir Bah di Korea Selatan, Kereta Api Lumpuh

9 Agustus 2022 - 21:17 WIB

Donald Trump Ngedumel, Rumahnya Dikepung FBI, Brankasnya Dibobol

9 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Truth

Menlu Taipei Sebut Latihan Militer China untuk Persiapan Serbu Taiwan

9 Agustus 2022 - 14:21 WIB

Trending di Internasional