Penyebab dan Dampak Jadi Perokok Pasif

Menu

Mode Gelap
Ditinggal Ibunya Saat Nyebrang, Anak Perempuan Ini Tertabrak di Tengah Jalan Update Lalin Dua Jalur Puncak, Kasatlantas : Sudah Normal Depak Vietnam, Atlet Kota Bogor Sabet Medali Emas dan Perak di SEA Games 2021 Lebih Seram dari  KKN di Desa Penari, Ini Thread Lengkap Sewu Dino dari SimpleMan Setelah KKN di Desa Penari, Netizen Ingin Sewu Dino Difilmkan

Kesehatan · 5 Mei 2022 12:49 WIB

Harus Diketahui! Ini Dampak Bahaya Jadi Perokok Pasif


 Ilustrasi.(Halodoc/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi.(Halodoc/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi seorang perokok melainkan juga berbahaya bagi orang di sekitar perokok atau yang biasa disebut perokok pasif.

Perokok pasif (passive smoker) adalah orang yang bukan perokok namun secara sadar maupun tidak sadar menghirup asap rokok yang ada di udara.

Berdasarkan penelitian oleh Imperial College London menyatakan bahwa prevalensi perokok pasif di Indonesia yaitu 78,4 persen.

Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain seperti China sebesar 48,4 persen, Bangladesh sebesar 46,7 persen, dan Thailand sebesar 46,8 persen.

Kemudian, berdasarkan Riskesdas tahun 2013 populasi perokok pasif di Indonesia mencapai 96,9 juta jiwa yang terdiri dari 30,2 juta jiwa laki – laki dan 66,7 juta perempuan.

Menurut pencatatan Riskesdas tahun 2013, sekitar 25.000 perokok pasif meninggal akibat terpapar asap rokok dan angka tersebut dapat meningkat setiap tahun.

World Health Organization (WHO) memprediksi bahwa angka kematian perokok pasif akan mencapai 600.000 jiwa per tahun.

Kenapa Menjadi Perokok Pasif Lebih Berisiko Terkena Penyakit?

Terdapat lebih dari 4.000 zat kimia yang terkandung dalam asap rokok, di antaranya setidaknya terdapat lebih dari 400 zat yang dapat membahayakan kesehatan dan lebih dari 43 zat kimia dapat menyebabkan kanker atau karsinogenik.

Menurut pakar kesehatan, dari 100% bahaya asap rokok, sebesar 75% bahaya asap rokok dirasakan pada perokok pasif.

Menurut hasil penelitian Dr. Paul Frey diketahui bahwa perokok pasif memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskuler dibandingkan perokok aktif.

Terdapat beberapa opini yang menyebutkan mengapa perokok aktif mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan degan perokok aktif, antara lain :

(1) Menghirup asap rokok yang keluar secara langsung tanpa melalui filter

(2) Menghirup asap rokok yang keluar dari perokok (keluar dari mulut atau hidung).

Namun masih belum ada penelitian yang valid mengenai kedua hal tersebut.

Apa Saja Dampak JikaTerpapar Asap Rokok?

Ibu hamil, anak-anak dan lansia merupakan kelompok-kelompok dengan risiko tinggi untuk terkena bahaya asap rokok.

Orang yang terpapar asap rokok dalam waktu lama memiliki risiko 20-30% lebih tinggi terkena kanker paru-paru.

Kanker ini disebabkan oleh zat karsinogen yang dihirup oleh perokok pasif. Selain kanker, terlalu sering terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga dapat berakhir kematian.

Bahaya terhadap Ibu hamil dan Janin

Ketika seorang ibu hamil menghisap asap rokok, janinnya juga dapat terkena bahan kimia yang terkandung dalam asap tersebut. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko :

  • Kelahiran dini
  • Lahir mati
  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
  • Cacat lahir, seperti bibir sumbing
  • Kanker anak, yaitu kanker hati
  • Bahaya terhadap anak-anak

Anak-anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih rentan terhadap batuk, mengi, dan sesak napas. Paru-paru mereka lebih lemah dan tidak tumbuh secara maksimal.

Penyakit yang umumnya muncul pada anak yang sering terpapar asap rokok yaitu penyakit paru-paru di antaranya :

  • Bronkitis
  • Asma
  • Pneumonia
  • Infeksi telinga tengah

Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menghindari Asap Rokok?

Untuk orang yang tidak merokok atau perokok pasif sebisa mungkin menjauhi orang yang merokok, menggunakan masker sebagai proteksi, serta membersihkan seluruh sudut ruangan karena zat rokok mudah menempel pada permukaan ruangan.

Bagi orang yang merokok atau perokok aktif, biasakanlah merokok di ruang terbuka, usahakan merokok ketika tidak ada orang lain di sekitar, dan berhenti merokok.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Mengenal dan Mengetahui Manfaat Sorghum yang Cocok Sebagai Pengganti Nasi

16 Mei 2022 - 22:59 WIB

sorgum

Kenali 5 Tanda Jika Terlalu Banyak Minum Susu!

16 Mei 2022 - 22:38 WIB

minum susu

Jarang Diketahui, Ini 5 Penyebab Alis Sering Kedutan

16 Mei 2022 - 22:08 WIB

alis kedutan

Yuk, Ketahui Cara Mengatasi Kelopak Mata Gatal

16 Mei 2022 - 21:16 WIB

Waspada Sakit Perut Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Pankreas

16 Mei 2022 - 19:05 WIB

Kesalahan Penggunaan Tabir Surya yang Sering Dilakukan

16 Mei 2022 - 14:02 WIB

Trending di Kesehatan