Pesawat China Eastern Airlines Sengaja Ditabrakkan ke Bukit?

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional · 18 Mei 2022 17:31 WIB

Pesawat China Eastern Airlines Sengaja Ditabrakkan ke Bukit?


 Petugas saat melakukan upaya pencarian kotak hitam pesawat China Eastern Airlines. (AP/Zhou Hua/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Petugas saat melakukan upaya pencarian kotak hitam pesawat China Eastern Airlines. (AP/Zhou Hua/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Pesawat China Eastern Airlines Boeing 737-800 pada Maret 2022 lalu kecelakaan di wilayah Guangxi, China Selatan. Penyelidikan atas peristiwa yang menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat itu pun mulai menemukan babak baru.

Penyelidik kecelakaan pesawat China Eastern menduga pesawat sengaja ditabrakkan dari kokpit dan menukik tajam di perbukitan Guangxi.

Dilansir Detik.com dari Wall Street Journal via Reuters yang mengutip penilaian awal pejabat AS, menyatakan data penerbangan dari salah satu kotak hitam pesawat itu mengindikasikan seseorang dalam kokpit sengaja menabrakkan Boeing 737-800.

Salah satu sumber mengatakan, para penyelidik tengah mencari tahu apakah kecelakaan itu merupakan tindakan sengaja.

Administrasi Penerbangan Sipil China, Boeing Co BA.N, pembuat jet, dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), menolak berkomentar mengenai hal tersebut.

China Eastern dalam sebuah pernyataan resmi hanya mengatakan tak ada bukti yang bisa menentukan apakah ada masalah dengan pesawat itu atau tidak.

Ketua NTSB, Jennifer Hommeny, mengatakan dewan penyelidik dan Boeing melakukan perjalanan ke China untuk membantu investigasi.

NTSB membantu penyelidik China dengan meninjau kotak hitam di laboratorium Washington. Hingga kini, lanjutnya, tim belum menemukan masalah keamanan yang perlu tindakan segera.

“Jika ada masalah keamanan, dewan akan mengeluarkan rekomendasi keselamatan yang mendesak,” ujarnya, Selasa, 10 Mei lalu .

Laporan akhir penyebab kecelakaan pesawat bisa memakan waktu dua tahun atau bahkan lebih. Para pengamat menilai sebagian kecelakaan disebabkan faktor campuran yaitu manusia dan teknis.

Pengamat juga menerangkan, kecelakaan yang disengaja sangat jarang terjadi. Mereka lalu membiarkan hipotesis itu bersifat terbuka apakah tindakan itu hasil dari pilot atau gangguan teknis.

Asumsi ini bukan sekadar omong kosong belaka. Pada Maret 2015 lalu, seorang co-pilot Germaninwings sengaja menerbangkan Airbus A320 ke lereng gunung di Prancis. Sebanyak 150 orang dilaporkan tewas.

Dari hasil penyelidikan, co-pilot dari penerbangan itu dicurigai menderita episode depresi psikotik yang selama ini disembunyikan dari bosnya. Mereka kemudian menyerukan pedoman kesehatan mental dan dukungan moral yang lebih kuat untuk para pilot.

Sementara itu diberitakan sebelumnya pesawat China Eastern Airlines pada Senin, 21 Maret 2022 lalu seharusnya mendarat di Guangzhou pada pukul 15.05 waktu setempat, tetapi tidak terjadi karena kecelakaan.

Pesawat diduga jatuh menukik vertikal ribuan meter dalam 60 detik atau 1 menit sebelum menghantam perbukitan di desa dekat kota Wuzhou, Guangxi. Kru yang berjumlah 9 orang dan 123 penumpang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Tim penyelamat kemudian melakukan upaya pencarian korban di lokasi kejadian yang dipenuhi lumpur, semak belukar, dan puing-puing pesawat yang telah hancur.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional