Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Nuansa Ramadhan · 6 Mei 2022 10:53 WIB

Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Ketahui Niat, Pengertian, dan Ketentuannya


 Ilustrasi berdoa. (istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi berdoa. (istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Jika tidak berpuasa di bulan Ramadan karena suatu alasan, maka umat muslim harus menggantinya atau qada di lain waktu dan dianjurkan secepatnya. Oleh karena itu banyak yang memilih melakukan puasa qadha Ramadan pada bulan Syawal sebagaimana dilansir dari Suara.com. Berikut niat, pengertian, dan ketentuan puasa qadha.

Pengertian Puasa Qadha

Puasa qadha Ramadan merupakan puasa yang hukumnya wajib untuk membayar utang puasa Ramadan yang tidak dapat dilaksanakan sebelum melaksanakan puasa Ramadan berikutnya.

Pelaksanaan puasa qadha juga harus memenuhi kententuan-ketentuan, agar puasa qadha diterima sebagai puasa pengganti yang sah.

Perintah puasa qadha ada dalam surat Al-Baqarah, ayat 184, berbunyi sebagai berikut:

“…Maka wajiblah dia berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain…”

 

Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal

Berikut ini bacaan niat puasa qadha, puasa ganti puasa Ramadhan yang tidak dapat dilaksanakan.

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta‘aalaa

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Ketentuan Puasa Qadha Ramadan

Seseorang yang harus melaksanakan puasa qadha adalah mereka yang mengalami hal-hal berikut:

Perempuan yang mengalami haid selama beberapa hari di buan Ramadhan, tidak diperbolehkan melaksanakan puasa Ramadan, sehingga harus mengganti hari tidak puasanya dengan puasa qadha.

Perempuan menyusui yang ketika Ramadhan tiba tidak dapat melaksanakan puasa karena dikhawatirkan akan mengganggu tumbuh kembang anak.

Orang yang sakit tapi masih punya harapan sembuh. Mungkin seseorang mengalami sakit secara tak terduga di bulan Ramadhan. Maka, dia terpaksa tidak meneruskan puasanya agar memperoleh kesembuhan terlebih dahulu. Nantinya, setelah Ramadhan usai, ia dapat mengganti hari tidak puasanya dengan puasa qadha.

Orang yang bekerja berat sepanjang bulan puasa hingga tak kuasa untuk menahan haus dan lapar harus menggantinya dengan sejumlah hari yang sama dengan hari di mana dia tidak puasa

Adapun orang-orang yang dibebaskan dari puasa Ramadhan adalah orang gila dan orang yang mengalami penyakit kronis.***

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Menyisakan Misteri, Dimana Ponsel Brigadir J?

24 Agustus 2022 - 11:44 WIB

ponsel brigadir J

Bolehkan Puasa Syawal dan Puasa Utang Ramadan Digabung? Berikut Penjelasannya

8 Mei 2022 - 11:39 WIB

Selain Puasa, Ini Amalan di Bulan Syawal, Salah Satunya Bisa Dilakukan Wanita Haid  

7 Mei 2022 - 08:09 WIB

Dirayakan Usai Idulfitri, Berikut Asal Usul dan Sejarah Lebaran Ketupat

6 Mei 2022 - 06:55 WIB

Jasa Marga Ungkap Rekor Mudik Lebaran Tertinggi di Tahun 2022

5 Mei 2022 - 10:36 WIB

mudik lebaran

Sambut Puasa Syawal, Warga Lampung Meriahkan Tradisi Sekura

4 Mei 2022 - 18:49 WIB

Trending di Nuansa Ramadhan