Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Penggantinya

Menu

Mode Gelap
Diduga Ruko di Desa Rancabungur Jadi Sarang Penjualan Obat Terlarang Muncul Lagi di Wuhan, China Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Banyak Masalah, Kemensos RI Cabut Izin ACT! Cek Lokasi Perpanjangan SIM Kota Bogor, Rabu 6 Juli 2022 Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya!

Ekonomi · 16 Mei 2022 23:01 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya


 Investasi properti. (Shutterstock/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Investasi properti. (Shutterstock/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Saat mengajukan kredit ke bank baik Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau kartu kredit, salah satu syaratnya adalah BI Checking. BI checking yang biasa dikenal adalah sistem informasi debitur (SID) di Bank Indonesia (BI) kini tak adalagi.

Dikutip Detik.com dari laman konsumen.ojk.go.id, informasi tersebut kini berada di ranah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan nama Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

SLIK merupakan catatan informasi riwayat debitur bank dan lembaga keuangan lainnya. Informasinya mencakup kelancaran pembayaran kredit. Di dalam SLIK ini berisi riwayat kredit yang pernah diambil. Misalnya si A memiliki KPR dan dia menunggak pembayaran 2 bulan.

Tunggakan atau tidak lancarnya pembayaran akan tercatat di SLIK. Begitupun sebaliknya, ketika lancar membayar cicilan, maka riwayat informasi kredit akan masuk dalam kategori lancar.

SLIK bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui skor kredit yang dimiliki. Semakin baik skor, maka semakin bagus pula penilaian dari lembaga keuangan untuk proses penarikan kredit. Meskipun skor kredit bukanlah satu-satunya penilaian dan masih ada poin lain.

SLIK juga memiliki tingkatan kelancaran. Biasanya data SLIK ini jadi salah satu perhitungan bank atau lembaga keuangan ketika ingin menyalurkan kredit.

Cara untuk mendapatkan SLIK OJK salah satunya adalah melalui laman resmi konsumen.ojk.go.id/ministedplk/registrasi. Namun layanan ini tidak bisa dikuasakan, karena itu debitur harus melakukannya sendiri.

Dalam laman tersebut debitur akan diminta untuk mengisi tanggal layanan dan memilih jam antrean. Ada kuota yang tersedia setiap harinya. Jika debitur tak bisa memilih antrean pada hari tersebut bisa memilih di hari yang kuotanya masih tersedia. Debitur juga akan diminta untuk melampirkan foto e-KTP untuk WNI dan paspor untuk WNA, dan diminta memilih kebutuhan permintaan iDeb ini untuk kebutuhan tertentu.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ramalan Para Bos, Diprediksi Properti Indonesia Bangkit Tahun Ini

6 Juli 2022 - 17:15 WIB

Suku Bunga Naik, Menkeu: Cicil KPR Makin Berat

6 Juli 2022 - 16:45 WIB

KemenKopUKM Ajak Seluruh Pihak Tingkatkan Belanja Produk Dalam Negeri

6 Juli 2022 - 16:30 WIB

Produk Dalam Negeri

Milenial Dominasi Investasi di Pasar Modal, Investor BRI Terbanyak

6 Juli 2022 - 13:36 WIB

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

6 Juli 2022 - 08:13 WIB

Ekosistem Digital

KemenKopUKM Gencarkan Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro Sektor Perikanan

5 Juli 2022 - 22:07 WIB

Trending di Ekonomi