Tokoh: Budi Suhartana dan Gamelan di Tanah Jawa

Menu

Mode Gelap
Diduga Ruko di Desa Rancabungur Jadi Sarang Penjualan Obat Terlarang Muncul Lagi di Wuhan, China Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Banyak Masalah, Kemensos RI Cabut Izin ACT! Cek Lokasi Perpanjangan SIM Kota Bogor, Rabu 6 Juli 2022 Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya!

TERKINI · 18 Mei 2022 15:47 WIB

Tokoh: Budi Suhartana dan Gamelan di Tanah Jawa


 Budi Suhartana, pengrajin gamelan (TimesIndonesia) Perbesar

Budi Suhartana, pengrajin gamelan (TimesIndonesia)

Bogordaily.net – Budi Suhartana dan Gamelan di Tanah Jawa, pas disematkan kepadanya. Gemelan bukan hanya bisnis baginya tapi juga ikut melestarikan salah satu budaya di Indonesia. Barangkali tidak banyak orang seperti Budi Suhartana.

Dia adalah pebisnis sekaligus pelestari gamelan. Budi Suhartana membuat gamelan di Jalan Pemuda, Desa Paju, Ponorogo. Gamelannya sudah terjual hingga ke luar negeri.

Harga satu set atau paket gamelan di kisaran Rp65 juta. Menurut Budi, perajin gamelan di Ponorogo, harga tersebut tak begitu mahal untuk alat kesenian dengan kualitas bagus.

Dalam satu paket gamelan terdiri dari kendang, saron, demung, bonang, kenong, gong, kempul, gambang, dan suling.

Budi meneruskan usaha keluarganya yang sudah ada sejak tahun 1980-an.

Di kawasan Paju, sedikitnya ada sekitar delapan perajin gamelan yang masih eksis. Mereka masih memiliki hubungan kekerabatan satu dengan lainnya.

“Usaha ini sudah ada sejak tahun 1980-an, dari bapak saya yang memang seniman tradisional di Ponorogo. Karena di Ponorogo ada kesenian Reog dan memakai musik pengiring, keluarga membuat alat musik pengiringnya yakni gamelan ini,” ujar Budi, dikutip dari TimesIndonesia.

Proses pembuatan gamelan, dimulai dari bahan atau plat baja yang masih lembaran.

Kemudian dipotong, ditempa dan disambung sesuai dengan pesanan. Untuk pembuatan gamelan sesuai pesanan pelanggan, dengan ukuran berbeda-beda.

“Proses produksi menyesuaikan dengan permintaan pelanggan. Ada yang satu set gamelan dan ada yang hanya meminta bagian tertentunya saja. Ada yang pesan hanya gong dengan ukuran besar dan dikirim ke luar negeri,” tambah Budi.

Sistem pemasarannya, selain konvensional, saat ini juga memanfaatkan dunia digital misalnya website dan melalui Facebook.

“Dulu hanya seniman lokal yang pesan gamelan di sini, tapi sejak ada pemasaran digital atau online pelanggan-pelanggan dari luar Ponorogo mulai ramai. Tidak hanya kesenian reog dan karawitan, kami juga membuat gamelan dengan ukuran dan bentuk yang sesuai dengan permintaan seniman seperti dari Kalimantan,” kata perajin kesenian gamelan asal Ponorogo ini.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Waspada! Tiga Jenis Ikan Laut Ini Picu Tekanan Darah Tinggi

6 Juli 2022 - 22:54 WIB

Profil Arawinda Kirana, Pemeran Utama Film Yuni yang Jadi Trending Topic

6 Juli 2022 - 22:31 WIB

Profil Christophe Galtier, Pelatih Baru PSG Pengganti Pochettino

6 Juli 2022 - 15:33 WIB

Profil Ibnu Khajar, Presiden ACT Pengganti Ahyudin

5 Juli 2022 - 17:03 WIB

Sosok Princess Leonor, Putri Sulung Raja Felipe VI yang Warisi Takhta Kerajaan Spanyol

5 Juli 2022 - 16:53 WIB

Sundar Pichai, Dulu Hidup Susah Kini Jadi Bos Google

4 Juli 2022 - 14:35 WIB

Trending di Tokoh