5 Fakta Modus Begal Rekening, No 4 Paling Sering Kejadian

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Ekonomi ยท 20 Jun 2022 22:10 WIB

5 Fakta Modus Begal Rekening, No 4 Paling Sering Kejadian


 Ilustrasi atm (freepik.com/dragana-gordic) Perbesar

Ilustrasi atm (freepik.com/dragana-gordic)

Bogordaily.net – Begal rekening belakangan sedang marak. Tiba-tiba saja isi rekening Anda ludes tanpa ada sadari. Bahkan Anda tidak merasa melakukan transaksi.

Kasus begal rekening belakangan ini sedang marak terjadi. Mereka yang menjadi korban pun mulai berbicara di media sosial mengenai kerugian yang dialami dari penipuan ini.

Bahkan, tidak sedikit korban mengungkap bagaimana modus begal rekening bekerja. Kata kunci “begal rekening” sendiri sampai menjadi trending topic di Twitter pada Senin 20 Juni 2022.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut terkait pengertian, modus, dan cara mengatasi tindakan begal rekening.

Apa Itu Begal Rekening?

Pengertian begal rekening adalah tindakaan pencurian dana dalam rekening bank dengan cara penipuan dengan berbagai modus operandi.

Modus tersebut dikenal bertujuan untuk mendapatkan PIN, MPIN, OTP, password, dan lain-lain milik korban. Hal itu lantas digunakan pelaku untuk mengakses rekening korban, sampai mengeruk habis isinya.

Modus Begal Rekening

1. Menyamar jadi pihak bank

Pelaku biasa melancarkan aksinya dengan cara menjadi pihak resmi jasa keuangan. Modus ini digunakan untuk menjebak korban agar memberikan data pribadi, akun, dan finansial. Selanjutnya, pelaku menguras isi rekening korban dengan cepat.

2. Menginfokan perubahan tarif transfer

Modus lainnya yang digunakan pelaku adalah menyampaikan informasi tersebut kepada korban, dengan lagi-lagi menyamar sebagai pegawai bank.

Korban pun akan diminta pelaku untuk mengisi sejumlah formulir, di mana formulir tersebut berisi data pribadi seperti PIN, OTP, dan Password.

3. Penawaran eksklusif menjadi nasabah prioritas

Tak sedikit pelaku memberikan penawaran eksklusif kepada korban agar bisa menjadi nasabah prioritas. Penawaran tersebut dapat dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Nasabah kemudian ditargetkan akan tertarik dengan tawaran tersebut dan memberikan data pribadinya, termasuk tabungan senilai Rp 10 Juta.

4. Akun media sosial palsu

Pelaku juga bisa menggunakan modus membuat akun layanan pelanggan palsu atas nama bank. Akun tersebut biasanya muncul ketika nasabah menyampaikan keluhan terkait pelayanan melalui ruang publik terbuka.

Biasanya, pelanggan yang mengeluh melalui media sosial Twitter akan ditanggapi melalui akun-akun palsu yang dibuat pelaku. Setelah pelanggan terpancing, akun palsu tersebut akan memberikan website yang membuat nasabah terkoneksi.

5. Penawaran jadi jasa agen laku pandai

Modus lainnya adalah pelaku akan menawarkan jasa agen laku pandai kepada korbannya. Tawaran ini juga akan diberikan pelaku ke korban tanpa persyaratan yang rumit. Pelaku lantas meminta korban mengirimkan uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Cara Mengatasi dan Mencegah Begal Rekening

1. Mengetahui prinsip keamanan

Masyarakat yang menggunakan dompet dan bank digital sudah harus mengetahui syarat dan ketentuan. Masyarakat juga harus mengetahui prinsip kemanan bank dan dompet digital, seperti PIN hingga OTP bersifat pribadi dan jangan pernah dikirimkan kepada siapapun.

Pemahaman itu agar tidak jadi korban pembegalan rekening yang dapat terjadi melalui social engineering atau phising.

2. Menanyakan langsung kepada pihak bank

Jika masyarakat ragu dengan suatu tindakan orang lain yang meminta data, tanyakan langsung kepada pihak bank. Pertanyaan tersebut dapat disampaikan melalui kantor cabang, kantor pusat, media sosial resmi, dan lain sebagainya.

3. Memahami prinsip bank

Menurut OJK, petugas bank tidak akan menanyakan data pribadi seperti Password, PIN, MPIN, dan OTP. Jadi, jika ada pihak yang meminta hal tersebut, tentu itu bukan berasal dari bank.

Demikian 5 fakta seputar modus begal rekening dan cara mengatasinya. Oleh karena itu, pastikan kembali keaslian akun yang menghubungi Anda saat menanyakan hal tersebut.

Sumber: suara.com

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Unand Siap Cetak 100 Ribu Pelaku Usaha, Dukung Penciptaan Sejuta Wirausaha Mapan

1 Juli 2022 - 18:22 WIB

pelaku usaha baru

Terbitkan Green Bond, BRI Ajak Masyarakat Berinvestasi Sekaligus Selamatkan Bumi

1 Juli 2022 - 15:18 WIB

Inflasi Juni 2022 Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

1 Juli 2022 - 12:36 WIB

Harga Emas Antam Kembali Turun, Berikut Daftar Harga Emas 1 Juli 2022

1 Juli 2022 - 10:35 WIB

harga emas kembali turun

Dicurhati Petani, Menteri Teten Siap Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Kelapa Sawit

1 Juli 2022 - 10:22 WIB

Motor Belum Wajib Daftar Kendaraan di Situs MyPertamina, Bebas Beli Pertalite

1 Juli 2022 - 07:46 WIB

Trending di Ekonomi