Abrasi di Pesisir Amurang, Puluhan Rumah Warga Tergerus Air Laut

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Nasional · 16 Jun 2022 18:46 WIB

Abrasi di Pesisir Amurang, Puluhan Rumah Warga Tergerus Air Laut


 Bencana Abrasi Pantai Sepanjang Kurang Lebih 75 Meter yang terjadi, Menghanyutkan Setidaknya 25 Rumah Warga. (republika/Bogordaily.net) Perbesar

Bencana Abrasi Pantai Sepanjang Kurang Lebih 75 Meter yang terjadi, Menghanyutkan Setidaknya 25 Rumah Warga. (republika/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Bencana alam berupa abrasi terjadi di pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) pada Rabu kemarin, 15 Juni 2022, sekitar pukul 14.00 WITA.

Bencana abrasi pantai sepanjang kurang lebih 75 meter yang terjadi, menghanyutkan setidaknya 25 rumah warga, sejumlah resor dan hotel, memutus ruas jalan raya, merubuhkan infrastruktur jembatan serta merusak sejumlah fasilitas umum.

Abrasi pantai tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka-luka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat abrasi yang terjadi di kawasan Amurang, pesisir Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memaksa 66 keluarga meliputi 266 warga mengungsi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat untuk membantu warga yang harus mengungsi karena rumah mereka rusak atau roboh akibat abrasi pesisir.

“BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat,” katanya dalam siaran pers BNPB, dikutip dari Antara, Kamis 16 Juni.

Selanjutnya, tim reaksi cepat BPBD sementara melakukan kaji cepat, sedangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sudah mengunjungi lokasi kejadian. Laporan kejadian juga sudah disampaikan kepada Kepala BNPB, Gubernur Sulawesi Utara, Irtama BNPB, Bupati Minahasa Selatan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami masih asesmen kejadian karena takut kejadian susulan. Karena posko terbatas dan kecil ya jadi yang terdampak 15 rumah itu yang mengungsi, sisanya ada yang mengungsi ada yang ke rumah saudaranya,” ujarnya.

Abdul mengatakan sebanyak dua posko sudah dibentuk untuk memberikan upaya percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi.

Posko tanggap darurat BPBD Minahasa Selatan itu berdiri di Kantor Kelurahan Lewet dan Kantor Kelurahan Uwuran Dua, yang dijadikan sebagai tempat pengungsian warga.

BPBD mengoperasikan dapur umum di kedua posko tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang mengungsi.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sudah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak Rabu 15 Juni untuk mendukung percepatan penanganan dampak abrasi di daerah pesisir.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mantan Pengacara akan Gugat Surat Pencabutan Kuasa Bharada E

13 Agustus 2022 - 19:34 WIB

Penelitian Literasi Digital dengan Metode Mobile Seamless Learning di Era Merdeka Belajar untuk Pendidik PAUD 

13 Agustus 2022 - 14:21 WIB

Taufiq Kiemas dalam Kenangan Rizal Ramli, Masih Beri Hormat

13 Agustus 2022 - 12:50 WIB

rizal ramli taufiq kiemas

Ketum Projo Mengancam Siapa Partai, Perbrdaan, Demokrasi atau Konstitusi

13 Agustus 2022 - 10:58 WIB

Projo

KemenkopUKM Perkuat Kelembagaan Koperasi Nelayan

13 Agustus 2022 - 09:31 WIB

Case Close! Bareskrim Hentikan Laporan Dugaan Pelecehan Brigadir J ke Putri Candrawathi

12 Agustus 2022 - 22:58 WIB

Trending di Nasional