Sunday, 10 May 2026
HomeNasionalAhmad Baihaqi Beri Catatan untuk Syafii Efendi Terkait Makam Imam Syafii di...

Ahmad Baihaqi Beri Catatan untuk Syafii Efendi Terkait Makam Imam Syafii di Mesir

Bogordaily.net– Presiden Pemuda OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Dunia dari Indonesia Syafii Efendi beberapa waktu lalu menyampaikan rasa prihatinnya saat mengunjungi makam Imam Syafii di Kairo, Mesir. Ia juga berencana mengirimkan surat ke Pemerintah Mesir agar segera bisa melakukan langkah-langkah pemugaran.  Menanggapi hal tersebut, mantan Presiden Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir H. Ahmad Baihaqi Lc pun angkat bicara.

Dalam keterangannya yang diterima Bogordaily.net, pria yang disapa Kang Abay ini memberikan beberapa catatan untuk Syafii Efendi.

Pertama, sebagai Presiden Pemuda OKI dalam hal ini Syafii Efendi menurut Ahmad Baihaqi tidak memiliki informasi secara utuh terkait apa yang dikomentarinya yakni soal makam Imam Syafii.

“Kemudian inisiatif untuk menyurati Pemerintah Mesir dalam hal ini terlalu prematur, bahkan jika itu terjadi maka jawaban dari Pemerintah Mesir apakah orang Indonesia ini tidak baca berita bahwa tanggal 18 April 2021 baru diresmikan kembali makam ini setelah kurang lebih 5 tahun direnovasi,” ujar Ahmad Baihaqi, Rabu, 15 Juni 2022.

Lebih lanjut kata Ahmad Baihaqi, makam Imam Syafi’i bukan hanya sebagai tempat tujuan jamaah umrah dari Indonesia yang transit melainkan dari banyak negara.

“Imam Syafii adalah salah satu dari empat imam besar mazhab terkemuka dan mazhabnya banyak dianut di kawasan Asia termasuk Indonesia. Imam Syafi’i menetap di Mesir selama 4 tahun dan meninggal dunia tahun 820 M. Renovasi Makam Imam Syafi’i sudah dilakukan semenjak akhir tahun 2016 dan pada tahun 18 April 2021 diresmikan kembali dengan tampilan baru seperti saat ini,” papar Ahmad Baihaqi yang juga pengusaha muda anggota Hipmi Bogor ini.

Lebih lanjut Ahmad Baihaqi menerangkan, kubah kayu di atas makam Imam Syafi’i merupakan lukisan kayu yang terbesar di Mesir dengan diameter 17 meter dan makam ini adalah salah satu dari bangunan Dinasti Ayubiyah yang tersisa dengan ciri khas kayu yang dihiasi warna warni dengan kaligrafi Arab yang indah.

Ahmad Baihaqi yang merupakan mahasiswa S-2 Universitas Indonesia jurusan Kajian Timur Tengah ini juga menjelaskan Kholid Annani menteri di bidang Kementrian Negara Urusan Kepurbakalaan menyatakan dalam renovasi makam Imam Syafi’i menghabiskan anggaran 22 juta Pound Egypt atau 17 miliar rupiah.

“Bahwa kawanan makam Imam Syafi’i adalah wilayah pemakaman-pemakaman kuno yang tidak ramai ditempati masyarakat sehingga terkesan kurang bersih namun bukan berarti tak terpelihara,” papar Kang Abay.

Terakhir, Ahmad Baihaqi menyarankan bahwa dalam menilai apa pun sebaiknya harus melihat secara utuh agar di kemudian hari tidak prematur dalam mengambil langkah dan tepat dalam memberikan komentar.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here