Akhirnya Mundur, 2.000 Tentara Ukraina Dibombardir Rusia

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Internasional · 24 Jun 2022 23:35 WIB

Akhirnya Mundur, 2.000 Tentara Ukraina Dibombardir Rusia


 Sebuah truk terlihat hancur dan terbakar di jembatan yang menghubungkan Severodoonetsk dan Lysychansk, Luhansk, Ukraina Timur pada 28 Mei 2022. (FOTO: The Moscow Times/TASS via suara.com) Perbesar

Sebuah truk terlihat hancur dan terbakar di jembatan yang menghubungkan Severodoonetsk dan Lysychansk, Luhansk, Ukraina Timur pada 28 Mei 2022. (FOTO: The Moscow Times/TASS via suara.com)

Bogordaily.net – Tentara Ukraina di Kota Lysychansk luluhlantah saat dibombardir pasukan Rusia. Kota utama di Ukraina Selatan itu dibombardir habis-habisan oleh pasukan Rusia. Pasukan Ukraina pun terpaksa mundur.

Moskow, sementara itu, menyatakan pihaknya telah mengepung sekitar 2.000 tentara Ukraina di daerah tersebut. Kejatuhan kota kecil itu, Hirske, beserta sejumlah daerah permukiman di sekitarnya membuat Lysychansk berada ujung tanduk penguasaan dari tiga sisi oleh pasukan Rusia yang merangsek maju.

Jatuhnya kota ini dikabarkan oleh pihak Ukraina. Rusia telah dengan paksa menduduki kota kecil yang sangat penting di kawasan Luhansk Timur tersebut, Jumat 24 Juni 2022.

Lysychansk adalah kota utama terakhir di Luhanks yang berada di bawah kendali Ukraina.

“Malangnya, mulai hari ini… seluruh distrik Hirske sudah diduduki,” kata pemimpin Kota Hirske Oleksiy Babchenko melalui siaran televisi.

“Di sana terjadi sejumlah pertempuran kecil di daerah pinggiran, tapi musuh sudah masuk.”

“Ada bendera merah berkibar di kantor kota (di Hirske),” kata seorang juru bicara pemerintah regional kepada Reuters melalui telepon.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya sudah mengepung hingga 2.000 tentara Ukraina, termasuk 80 petempur asing, di Hirske.

Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran laporan tersebut.

Juru bicara pemerintah regional menolak berkomentar soal pernyataan kemenhan Rusia itu.

Dalam konferensi pers harian pada Jumat, kemenhan Rusia mengatakan pasukannya sudah “sepenuhnya mengendalikan” sekelompok unit Ukraina dekat Hirske dan Zolote.

Kemenhan mengatakan pasukannya sudah mengepung empat batalion Ukraina, satu kelompok artileri, dan sebuah “detasemen tentara asing bayaran.”

Setengah dari Zolote saat ini berada di bawah kendali Rusia, kata kemenhan.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa pihaknya melancarkan “serangan tanpa henti” ke arah pasukan Ukraina yang dikepung di Hirske.

Ukraina mengatakan pada Jumat pasukannya mundur dari kota kembar Lysychansk, Sievierodonetsk –yang sudah beberapa minggu terus dibombardir dan mengalami pertempuran di jalan.

“Pasukan kita harus ditarik dan mundur secara taktis karena pada dasarnya sudah tidak ada apa-apa yang harus dipertahankan di sana,” ujarnya menambahkan.

“Tidak ada kota yang tersisa di sana, dan kedua, kita tidak bisa membiarkan mereka terkepung,” kata Oleksander Musiyenko, analis militer yang tinggal di Kiev. ANTARA

sumber: suara.com

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ngeri! Perampok Gasak Emas 200 Kilogram di Korut

6 Desember 2022 - 23:50 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

Pesawat Ukraina Serang Lapangan Udara, Tiga Tentara Rusia Tewas

6 Desember 2022 - 12:07 WIB

Pesawat Ukraina

Wanita Ini Miliki Nama Terpanjang di Dunia, Terdiri dari 1.019 Huruf

6 Desember 2022 - 10:23 WIB

nama terpanjang di dunia

Sadis, Korut Eksekusi Mati 2 Remaja Gegara Nonton Drama Korea

6 Desember 2022 - 10:17 WIB

Korut eksekusi mati remaja

Selandia Baru Bakal Wajibkan Google dan Facebook Membayar Konten Berita Lokal

6 Desember 2022 - 07:54 WIB

selandia baru google

Diwawancarai Reporter Israel, Fans Inggris Teriak Bebaskan Palestina 

6 Desember 2022 - 07:25 WIB

Bebaskan Palestina
Trending di Internasional