Destinasi Baru Indonesia, Kereta Gantung Terpanjang se Dunia di Atas Gunung Rinjani

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Wisata · 21 Jun 2022 15:33 WIB

Destinasi Baru Indonesia, Kereta Gantung Terpanjang se Dunia di Atas Gunung Rinjani


 Destinasi Baru Indonesia, Kereta Gantung Terpanjang se Dunia di Atas Gunung Rinjani Perbesar

Bogordaily.net – Indonesia kembali akan memiliki destinasi kelas dunia. Destinasi itu adalah Gunung Rinjani yang akan dilengkapi dengan kereta gantung terpanjang di dunia.

Pembangunan akan dikerjakan oleh PT Indonesia Lombok Resort. Pembangunan kereta gantung menuju Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, segera terealisasi.

Panjang kereta gantung itu sekitar 10 km dan ini menjadi kereta gantung terpanjang di seluruh dunia.

Keberadaan kereta gantung tersebut bertujuan untuk memudahkan semua kalangan masyarakat untuk dapat menikmati keindahan Gunung Rinjani dan sekitarnya.

Sasaran dari kereta gantung ini adalah mereka yang tidak mampu melakukan pendakian konvensional dan wisatawan yang menginginkan kecepatan untuk mencapai titik tertentu di Gunung Rinjani.

Kereta gantung di kawasan geopark secara global memang bukan hal asing. Beberapa negara sudah punya kereta gantung untuk memudahkan wisatawan.

Salah satunya kereta gantung di Gunung Pilatus Swiss yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen dengan panjang jalur 2,8 Km.

Kereta gantung di Adamello Brenta Italia dengan panjang jalur 2-3 Km, dan kereta gantung Hakone Gunung Fuji dengan panjang 1,2 Km.

Saat ini, pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani masih dalam tahap awal dan terbilang menuai kontroversi karena di khawatirkan dapat merusak lingkungan.

Muhammad Roem selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB mengatakan bahwa proyek kereta gantung Gunung Rinjani ini rencananya akan di danai oleh investor China senilai Rp600 miliar. Dana itu nantinya akan di berikan melalui duta besar China yang ada di Indonesia.

Saat ini Pemda NTB bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta PT Indonesia Lombok Resort masih dalam tahap mengkaji perihal anasilis dampak lingkungan (AMDAL) terhadap pembangunan tersebut.

Kajian AMDAL tersebut akan di lakukan selama empat bulan, sejak dana masuk ke rekening duta besar China di Indonesia.

Sementara itu dari pihak investor saat ini tengah melengkapi data dan dokumen master plan terkait pembangunan kereta gantung.

Berdasarkan hasil kajian sementara, proyek kereta gantung itu diyakini tidak akan merusak ekologis hutan yang ada di sisi taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) karena akan dibangun di luar kawasan TNGR.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan kereta gantung ini telah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi NTB dan DED (Detail Engineering Design) sudah masuk ke Pemda NTB.

Rencana pembangunan kereta gantung ini akan berlokasi di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di wilayah Desa Lantan, Lombok Tengah.

Setelah pembangunan rampung, proyek ini di yakini dapat menyerap tenaga kerja lokal dan untuk biaya sekali naik kereta gantung ini di perkirakan sekitar Rp500 ribu per orang.

Sebelumnya pada bulan April silam, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady juga menyatakan bahwa rencana pembangunan kereta gantung ini akan di bangun di luar kawasan TNGR.

Untuk lokasinya akan berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang di kelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Pemda.

Kata Dedy, ketika nanti rencana pembangunan kereta gantung terealisasi tidak akan melintasi kawasan TNGR, baik puncak Rinjani maupun Danau Segara Anak. Posisinya sendir akan ada di kawasan Tahura dan hutan lindung KPH Tastura dan Rinbar.

Adapun total luas lahan yang di siapkan adalah 500 hektare. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Madani Mukarom, pengerjaan proyek nantinya tidak akan banyak menebang pohoh sehingga tidak mengganggu sumber air.

Nantinya jarak antar tiang pun akan di buat seperti pembangunan tiang listrik. Pun kerusakan hutan akibat pembangunan akan di perbaiki oleh perusahaan, tetapi tidak akan sampai membuat hutan gundul apalagi kritis. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Lokasi Wisata di Kawasan Sentul yang Paling Asik, Ada yang Seperti di Atas Awan

1 Juli 2022 - 20:11 WIB

wisata sentul

Tak Muncul Setiap Saat, Ini 3 Tips Melihat Embun Upas Dieng

1 Juli 2022 - 10:16 WIB

Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Wisata dari Menparekraf

30 Juni 2022 - 13:10 WIB

Bersiap Liburan? Ini Destinasi Wisata Lokal Paling Diburu Wisatawan

29 Juni 2022 - 16:52 WIB

Ini Dia Destinasi Wisata Desa Horor di Arab Saudi

29 Juni 2022 - 10:09 WIB

Penat dengan Hingar Bingar Ibu Kota? Healing di White Sand Beach Bisa Kalian Coba

28 Juni 2022 - 13:43 WIB

White Sand Beach
Trending di Wisata