Di KTT Jerman, Jokowi Sebut 323 Juta Orang Terancam Hadapi Kelaparan Akut

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Internasional · 28 Jun 2022 09:56 WIB

Di KTT Jerman, Jokowi Sebut 323 Juta Orang Terancam Hadapi Kelaparan Akut


 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT G7 Jerman.(Dok. Laily Rachev Biro Pers Sekretariat Presiden/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT G7 Jerman.(Dok. Laily Rachev Biro Pers Sekretariat Presiden/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– KTT G7 di Jerman dihadiri sejumlah kepala negara termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam perhelatan di Elmau itu, Jokowi menyebut 323 juta orang terancam menghadapi kerawanan pangan akut di tengah krisis pangan yang melanda dunia saat ini.

“323 juta orang pada 2022 ini, menurut World Food Programme, terancam menghadapi kerawanan pangan akut,” kata Jokowi dalam keterangan resmi dari KTT G7 di Elmau, Jerman, dikutip CNN Indonesia.

Jokowi pun meminta seluruh negara yang tergabung dalam kelompok G7 dan G20 mengatasi krisis pangan di dunia bersama-sama.

“G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang, dan mulai saat ini,” imbuhnya.

Jokowi menjelaskan, krisis pangan mengancam masyarakat di negara berkembang jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem. Menurut dia, perempuan dan keluarga miskin akan menjadi pihak yang paling menderita menghadapi kekurangan pangan bagi anak dan keluarga.

“Harus segera bertindak cepat mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global harus kembali normal,” jelas Jokowi.

Ia menegaskan dukungan dari negara G7 untuk melakukan reintegrasi ekspor gandum Ukraina, ekspor komoditas pangan, dan pupuk Rusia harus dilakukan untuk memperbaiki rantai pasok global.

Kepala negara juga mengatakan ada dua cara untuk merealisasikan hal tersebut. Pertama, fasilitas ekspor gandum Ukraina harus segera berjalan.

Kedua, komunikasi secara proaktif kepada publik bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi harus dilakukan.

“Komunikasi intensif perlu sekali dilakukan sehingga tak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan, dan lainnya,” jelas Jokowi.

Sebelumnya Jokowi juga membahas situasi di Ukraina dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7.

Jokowi menyampaikan apresiasi atas upaya Presiden Macron untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina.

“Kita semua paham situasi sangat kompleks. Namun kita perlu terus upayakan penyelesaian secara damai. Jika perang berlanjut, krisis pangan yang terjadi saat ini akan makin memburuk,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga membahas Presidensi G20 Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis terhadap Presidensi G20 Indonesia.

Sementara itu Presiden Macron menyampaikan kembali dukungan kuat terhadap presidensi Indonesia dan yakin bahwa G20 akan sukses dan dapat menghasilkan kerja sama konkret.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Masjid Nigeria Diserang Geng Bersenjata Saat Shalat Jumat

26 September 2022 - 12:09 WIB

masjid Nigeria

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna yang Kadaluwarsa

26 September 2022 - 11:26 WIB

Musnahkan vaksin

Takut Direkrut Jadi Pasukan Perang, Warga Rusia Kabur Massal

26 September 2022 - 08:46 WIB

warga rusia kabur

Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah

26 September 2022 - 06:07 WIB

Xi Jinping dikudeta

Jepang Dihantam Topan Talas, Aliran Air dan Listrik Padam

25 September 2022 - 16:01 WIB

Mahsa Amini Tewas Gegara Aturan Hijab, Apa Itu Polisi Moral Iran?

25 September 2022 - 09:00 WIB

Trending di Internasional