Didemo Rakyat Dua Minggu, Presiden Ekuador Nyerah

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Internasional · 27 Jun 2022 22:45 WIB

Didemo Rakyat Dua Minggu, Presiden Ekuador Nyerah


 Demo turunkan harga BBM di Ekuador. (Foto: AFP via suara.com) Perbesar

Demo turunkan harga BBM di Ekuador. (Foto: AFP via suara.com)

Bogordaily.net – Presiden Ekuador Guillermo Lasso akhirnya menyerah setelah gelombang protes masyarakat terhadap pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan makanan berlangsung selama dua minggu.

Aksi-aksi demonstrasi DI Ekuador yang dimulai pada 13 Juni itu diwarnai kekerasan dan telah menewaskan enam orang. Para demonstran, sebagian besar adalah penduduk asli Ekuador, menuntut berbagai hal, termasuk penurunan harga bahan bakar dan makanan.

Pada Minggu (26/6/2022) waktu setempat Presiden Ekuador Guillermo Lasso mengatakan, akan menurunkan harga bensin dan solar sebagai upaya mengakhiri gelombang protes anti pemerintah tersebut.

Lasso, yang hubungannya dengan majelis nasional memburuk selama gelombang protes, telah mencabut aturan keamanan. Dia juga mengumumkan subsidi pupuk dan pengampunan utang.

Pemerintahnya akan menemui kelompok-kelompok penduduk asli pekan ini.

Pemimpin organisasi masyarakat asli CONAIE, Leonidas Iza, pada Minggu menyebut harga bensin dan masalah-masalah lain sebagai hal yang belum terselesaikan dan bertekad untuk terus berdemonstrasi sampai semua persoalan itu selesai.

“Saya putuskan untuk menurunkan harga bensin ekstra dan Ecopais (produk bensin) sebesar 10 sen per galon dan juga solar sebesar 10 sen per galon,” kata Lasso.

Lasso menetapkan harga bensin ekstra 2,55 dolar (Rp37.742) per galon dan solar 1,9 dolar pada Oktober tahun lalu, yang memicu serangkaian protes.

Meski diturunkan 10 sen, harga bensin ekstra dan solar per galon masih lebih tinggi daripada yang diminta CONAIE.

Produksi minyak Ekuador telah anjlok lebih dari separuhnya akibat penutupan jalan dan vandalisme selama gelombang protes, kata kementerian energi.

“Produksi minyak berada pada level kritis. Hari ini ada penurunan lebih dari 50 persen,” kata kementerian. “Selama 14 hari demonstrasi, negara Ekuador tidak menerima pemasukan sekitar 120 juta dolar.”

Sebelumnya, Ekuador menghasilkan sekitar 520.000 barel minyak per hari. (Antara/Reuters)

Sumber: suara.com

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Politikus Australia, Paulin Hanson Hina Bali Banyak Kotoran Sapi

8 Agustus 2022 - 20:45 WIB

bali kotoran sapi

Total 41 Orang Tewas, Israel-Palestina Gencatan Senjata

8 Agustus 2022 - 12:32 WIB

Covid-19 Melonjak, Kota Sanya China Lakukan Lockdown

8 Agustus 2022 - 11:30 WIB

sanya

Akibat Kekeringan, Susu Akan Langka di Prancis Selama Musim Dingin

8 Agustus 2022 - 10:40 WIB

susu

Pemimpin Jihad Islam Palestina Kedua Tewas di Gaza

8 Agustus 2022 - 08:09 WIB

jihad islam palestina

Korban Tewas Serangan Israel di Jalur Gaza Bertambah Jadi 29 Orang

7 Agustus 2022 - 14:53 WIB

Trending di Internasional