Diduga Diserobot, Gemppar Ingatkan Pemkot Soal Aset Kota Bogor

Menu

Mode Gelap
Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Garut Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam

Kota Bogor · 2 Jun 2022 17:08 WIB

Dugaan Penyerobotan Tanah, Gemppar Ingatkan Pemkot Soal Aset Kota Bogor


 Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) saat berada di salah satu cafe (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) saat berada di salah satu cafe (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor tengah sibuk mempersiapkan beberapa agenda dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke 540. Namun, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) menyesalkan apabila aset Kota Bogor dimanfaatkan, bahkan diserobot tanpa hak yang sah.

Rangkaian HJB yang akan diselenggarakan Pemkot itu pun mendapat aapresiasi dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar).

Presidium Gemppar, atholloh Fawait mengatakan peringatan hari jadi Bogor merupakan salah satu manifestasi rasa cinta akan warisan budaya benda dan tak benda yang ada di kota Bogor.

“Ini adalah Momen untuk kembali mengenang, mengingat dan menginventarisasi budaya-budaya di Kota Bogor. Manifestasinya adalah menyelamatkan budaya, baik budaya benda maupun tak benda,” katanya, Kamis, 2 Juni 2022.

Menurut Sihol (sapaan akrab Fatholloh,red), menyelamatkan budaya benda adalah menjaga aset-aset daerah, sedangkan menyelamatkan budaya tak benda adalah menjaga seni dan kultur yang ada.

Kata Sihol, Pemerintah Kota Bogor juga harus mengingat dan menginventarisasi kekayaan alam berupa tanah dan bangunan yang ada di kota hujan ini, yang mana saat ini banyak dimanfaatkan dan digunakan oleh orang ataupun badan hukum.

Dimana hal tersebut, lanjut dia, sebenarnya hal yang biasa dalam tatanan pemerintahan. Namun dia menyesalkan apabila aset Kota Bogor dimanfaatkan, bahkan diserobot tanpa hak yang sah berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dia melanjutkan, pemanfaatan dan penyelamatan aset daerah hari ini akan dirasakan oleh anak cucu kita nanti yang juga akan merayakan HJB.

“Banyak aset yang dimanfaatkan, banyak juga yang belum diselamatkan. Baik yang diperoleh melalui APBD, Hibah Pemerintah pusat ataupun dari pihak swasta,” terangnya.

Dia menjelaskan, dari data dan informasi yang diterima, berdasarkan data per April 2021 tanah yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor 3. 861 Bidang, dari sekian banyak bidang tanah itu hanya 653 Bidang yang bersertifikat sah.

“Ini kan rawan diserobot dan hilang kalau tidak segera diselamatkan,” ketusnya.

“Belum lagi lahan PSU, dari 390 perumahan, baru 36 yang menyerahkan PSU ke Kota Bogor. Inikan sedikit sekali,” tambah dia.

Belakangan, Gemppar juga tengah mengawal aksi dan advokasi atas dugaan tindak pidana penyerobotan lahan tanah negara seluas hampir 24 Hektar tanah di wilayah Menteng Bogor Barat Kota Bogor. Dimana diketahui diatas tanah tersebut telah berdiri gedung-gedung.

Dia menjelaskan, tanah seluas 234.710 m2 tersebut diduga dikuasai tanpa hak yang sah oleh PT. Thryosa Mustika (Braja Mustika) yang mana pimpinan PT tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyerobotan lahan dengan membalik namakan sertifikat HPL pemkot Bogor menjadi milik pribadi.

“Ya bos PT Thryosa Mustika sudah pernah dijadikan tersangka oleh kejagung, meski sudah di SP3 2012 lalu, namun Fakta dilapangan tanah tersebut masih dikuasai sampai detik ini, bahkan sudah mulai membangun gedung baru,” jelasnya

Sihol juga mengatakan, banyak praktek jual beli HGB pada tanah tersebut sehingga menurutnya pemecahan-pemecahan HGB seperti itu berpotensi pada tindak pidana penyerobotan aset negara.

“Point yang ingin saya sampaikan, bahwa aset negara yang alas haknya dulu merupakan HPL Pemkot Bogor. Hari ini diduga dikuasai tanpa hak yang sah oleh PT Thryosa Mustika. Pemkot jangan diam saja,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Jaksa Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung dan juga kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengatensi kasus tersebut termasuk di dalamnya tentang dugaan tunggakan pajak 10 Milyar lebih. Karena menurutnya pemkot Bogor terkesan tidak serius dalam menyelamatkan aset negara.

Prihal aset lainnya yang dimiliki kota Bogor, Pihaknya mengatakan sedang menghimpun data dan informasi terkait aset kota Bogor yang tersebar di beberapa kecamatan sekota Bogor.

“Ini adalah Manifestasi cinta kami untuk Kota Bogor,” tutup Sihol.

(Heri Supriatna)

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Curi Uang Rp 34 Juta di ATM, Wanita 42 Tahun Diamankan Satreskrim Polresta Bogor

5 Desember 2022 - 13:46 WIB

curi uang ATM

Cepat dan Mudah! Ini Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Selasa 5 Desember 2022

5 Desember 2022 - 07:08 WIB

Lokasi SIM Keliling Kota Bogor

Waspada Petir! Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kota Bogor Senin, 5 Desember 2022

5 Desember 2022 - 05:22 WIB

cuaca bogor 5 desember

Tingkatkan Kualitas SDM, Perumda Tirta Pakuan Gelar Pelatihan Management Transformation

4 Desember 2022 - 21:10 WIB

Pelatihan Tirta Pakuan

Akan Jadi RS Syariah, RS Islam Bogor Mulai Kembangkan Program Kerja 

4 Desember 2022 - 18:03 WIB

RS Syariah

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini, 4 Desember 2022

4 Desember 2022 - 08:02 WIB

Provinsi
Trending di Kota Bogor