Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak Tajam, Ini Langkah Mendag

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Ekonomi · 23 Jun 2022 14:25 WIB

Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak Tajam, Ini Langkah Mendag


 Harga Cabai di Pasar Parung jelang Idul Adha terus mengalami kenaikan.(Irfan/Bogordaily.net) Perbesar

Harga Cabai di Pasar Parung jelang Idul Adha terus mengalami kenaikan.(Irfan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Harga cabai dan bawang merah masih tinggi di pasaran. Meski demikian Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berjanji Indonesia tidak akan impor cabai hingga bawang merah.

Menurut Zulkifli Hasan, jika cabai dan bawang merah tengah mahal bisa menjadi ‘bonus tahunan’ untuk petani. Soal impor ini juga telah dibahas oleh dirinya dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Contoh saya mengatakan bawang merah mahal cabai rawit mahal, saya mengatakan boleh sekali kali petani dapat bonus. Masa kalau mahal harus impor berapa banyak di Tegal, Brebes. Saya nggak setuju, itu sudah musim,” ujar Zulkiflu Hasan dikutip dari Detikcom.

“Kalau mahal memang kenapa? orang kita (petani) bonus sedikit. Kalau itu diminta impor saya nggak akan mau,” sambungnya.

Mendag mengatakan ada upaya yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian agar cabai dalam musim tertentu tidak mahal. Ada skema pertanian yang tengah digodok untuk menanam cabai hingga bawang merah.

“Sekarang menerapkan nggak tergantung musim jadi istilahnya pakai tutup jadi cuaca diatur, jadi mulai dikembangkan di Vietnam di Thailand begitu nggak bergantung lagi pada cuaca cabai merah bawang merah mudah-mudahan,” jelas pria yang disapa Zulhas itu.

Untuk komoditas lain yang memang sering kali pemerintah impor seperti bawang putih, kedelai, hingga gandung diakui menurut Zulhas, Indonesia sulit untuk menanam komoditas itu.

“Lain lagi bawang putih, gandum kita nggak bisa tumbuh. Kedelai itu sulit sekali, kedelai beberapa tempat di Jember, kedelai sekali tanam nggak bisa, mesti pindah lagi. Jadi memang tidak mudah seperti kedelai bawang putih, gandum kita memang nggak bisa,” katanya.***

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Unand Siap Cetak 100 Ribu Pelaku Usaha, Dukung Penciptaan Sejuta Wirausaha Mapan

1 Juli 2022 - 18:22 WIB

pelaku usaha baru

Terbitkan Green Bond, BRI Ajak Masyarakat Berinvestasi Sekaligus Selamatkan Bumi

1 Juli 2022 - 15:18 WIB

Inflasi Juni 2022 Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

1 Juli 2022 - 12:36 WIB

Harga Emas Antam Kembali Turun, Berikut Daftar Harga Emas 1 Juli 2022

1 Juli 2022 - 10:35 WIB

harga emas kembali turun

Dicurhati Petani, Menteri Teten Siap Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Kelapa Sawit

1 Juli 2022 - 10:22 WIB

Motor Belum Wajib Daftar Kendaraan di Situs MyPertamina, Bebas Beli Pertalite

1 Juli 2022 - 07:46 WIB

Trending di Ekonomi