Imbas Invasi di Ukraina, Jurnalis Rusia Jual Medali Nobel Rp1,5 Triliun

Menu

Mode Gelap
Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022

Internasional · 21 Jun 2022 15:57 WIB

Imbas Invasi di Ukraina, Jurnalis Rusia Jual Medali Nobel Rp1,5 Triliun


 Ilustrasi. Situasi yang terjadi saat invasi Rusia terhadap Ukraina.(AFP/Anatolii Stepanov/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. Situasi yang terjadi saat invasi Rusia terhadap Ukraina.(AFP/Anatolii Stepanov/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Demi membantu korban perang di Ukraina, seorang jurnalis Rusia, Dmitry Muratov menjual medali Nobel yang ia raih pada 2021.

Dmitry Muratov yang juga Pemimpin Redaksi media Novaya Gazete tersebut menjual medali Nobel Perdamaian itu sebesar US$103,5 juta atau setara Rp1,5 triliun sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari AFP.

Pembelinya warga Amerika Serikat asal New York yang identitasnya tak bisa diungkap. Penghargaan Nobel Perdamaian pada 2021 diraih Muratov bersama jurnalis asal Filipina, Maria Ressa, atas upayanya menjaga kebebasan berekspresi. Ia merupakan satu dari sejumlah jurnalis yang mendirikan media Novaya Gazete pada 1993.

Novaya Gazete merupakan satu-satunya media dari Rusia yang terus melontarkan kritik atas Presiden Vladimir Putin yang memerintahkan invasi ke Ukraina.

Novaya Gazete diberedel pemerintah Rusia sejak Maret lalu karena sikap media itu yang menentang invasi di Ukraina. Pemberedelan dilakukan setelah Moskow menerapkan hukuman penjara bagi para pengkritik kebijakan Kremlin atas invasi di negara tetangganya itu.

Uang penjualan medali Nobel Penghargaan itu rencananya akan disumbangkan ke Respons Kemanusiaan UNICEF untuk Anak-anak di Ukraina yang Terusir Akibat Perang.

Sementara itu menurut pemberitaan media AS, medali Muratov memecahkan rekor lelang medali Nobel yang pernah diselenggarakan sebelumnya. Hasil lelang tertinggi sebelumnya hanya mencapai angka kurang dari 5 juta dolar AS atau setara Rp74,04 miliar.

“Medali ini tidak seperti lelang mana pun hingga saat ini,” kata Heritage Auctions dalam pernyataannya sebelum lelang.

“Tuan Muratov, dengan dukungan penuh dari staf Novaya Gazeta, memberi kami kesempatan untuk melelang medalinya, bukan sebagai koleksi namun sebagai kegiatan yang dia harapkan akan berdampak positif pada kehidupan jutaan pengungsi Ukraina,” lanjutnya.

Di sisi lain, Muratov pernah mengalami penyerangan di dalam gerbong kereta api. Seseorang menyiram cat minyak campur aseton ke muka jurnalis Rusia itu sehingga mengakibatkan iritasi berat di mata.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pengumuman Putin: Rusia Resmi Caplok 4 Wilayah Ukraina

1 Oktober 2022 - 08:18 WIB

Dituduh Lecehkan Anak-anak, Vatikan Jatuhkan Sanksi untuk Uskup Belo

30 September 2022 - 18:42 WIB

Tok! Thailand Legalkan Aborsi di Usia Kehamilan 20 Minggu

30 September 2022 - 17:31 WIB

Thailand legalkan Aborsi

Inggris Luncurkan Koin Resmi Bergambar Raja Charles III

30 September 2022 - 17:26 WIB

Koin Raja Charles III

Ngeri! Bom Meledak saat Siswa di Afghanistan Ujian, 19 Orang Tewas

30 September 2022 - 15:41 WIB

Meja Bundar Jadi Saksi, PBB Bahas Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Rusia

30 September 2022 - 11:14 WIB

Pipa Gas Nord Stream
Trending di Internasional