Jadwal dan Waktu Melempar Jumrah, Jemaah Haji Dibagi Dua Kelompok

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Haji 2022 · 23 Jun 2022 07:38 WIB

Jadwal dan Waktu Melempar Jumrah, Jemaah Haji Dibagi Dalam Dua Kelompok


 Jadwal Melempar Jumrah Untuk Jemaah Haji. (republika/Bogordaily.net) Perbesar

Jadwal Melempar Jumrah Untuk Jemaah Haji. (republika/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan pertemuan dengan Pemerintah Arab Saudi untuk membahas persiapan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Salah satu yang menjadi pembahasan yakni soal jadwal dan waktu melempar jumrah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsad Hidayat mengatakan, Kementerian Haji Saudi sangat concern dengan ibadah melempar jumrah. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya sejumlah hambatan kerap muncul saat pelaksanaan melontar jumrah. Sehingga waktu melempar jumrah perlu diatur. Sebanyak 100.051 orang jemaah haji dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan memulai lempar jumrah pada pukul 00.00-06.00 waktu setempat. Arsad mengatakan jadwal melempar jumrah untuk jemaah Indonesia dibagi menjadi dua.

Dikutip dari merdeka.com “Kita mungkin akan diberikan waktu melontar sejak dari pertengahan malam sampai pukul 07.00 pagi, untuk 50 persen dari jemaah kita,” kata Arsad di Makkah.

“Sisanya nanti akan diberikan pada saat pukul 16.00 WAS atau 17.00 WAS, sampai pukul 21.00 WAS.”

Dua waktu itu dipilih dengan mempertimbangkan cuaca yang tidak terlalu terik yakni pada pagi dan sore hari. Apalagi, tidak sedikit jemaah Indonesia dalam keadaan kurang fit.

“Kita pilih karena waktu yang relatif aman. Cuaca cukup bersahabat kalau malam kan adem, sore sampai malam pun adem,” katanya.

Seperti diketahui, cuaca di Arab Saudi sedang panas terik. Bila siang hari, suhu bisa mencapai 40-45 derajat celcius. Bahkan diperkirakan, saat puncak haji suhu bisa mencapai 50 derajat celcius.

“Kita tahu betul bahwa kondisi fisik kita, tidak sedikit yang kondisinya tidak fit, maka dipilih waktu yang nyaman,” katanya.

Arsad menambahkan, untuk ibadah melempar jumrah pada hari berikutnya dijadwalkan pada pukul 11.30 malam atau pada pertengahan malam. Selanjutnya, pada Hari Tasyrik bagi jemaah yang mengambil nafar awal tentu sudah harus keluar dari Mina menuju Makkah sebelum salat Magrib. Sementara, bagi mereka mengambil nafar Tsani, jemaah akan menginap satu malam lagi dan digenapkan menjadi tanggal 13 Dzulhijjah.

Sebagai informasi, jemaah haji akan melakukan prosesi lempar jumrah di Mina setelah melaksanakan ibadah di Arafah dalam rangkaian ibadah haji. Lempar jumrah merupakan sebuah prosesi di mana para jemaah haji melemparkan batu kecil ke tiga buah tiang yang berada dalam satu tempat bernama kompleks Jembatan Jumrah, kota Mina.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Inilah Ma’la Makam Mbah Moen, Ulama Kharismatik Indonesia di Makkah

1 Juli 2022 - 21:49 WIB

Sejarah dan Makna Hari Tarwiyah dan Arafah

1 Juli 2022 - 16:05 WIB

gagal ke tanah suci

Kisah Pria Rela Jalan Kaki Hampir 1 Tahun Demi Naik Haji

1 Juli 2022 - 08:53 WIB

Ambulans Indonesia Jadi Percontohan Negara Lain di Arab Saudi

1 Juli 2022 - 08:00 WIB

Kemenag Terjunkan 782 Tenaga Kesehatan, Jelang Puncak Ibadah Haji 2022

30 Juni 2022 - 21:54 WIB

Jadwal Lempar Jumrah Alami Perubahan, Berikut Informasi Lengkapnya

30 Juni 2022 - 15:51 WIB

jadwal lempar jumrah
Trending di Haji 2022