KBRI Siapkan Rencana Darurat bagi WNI di Sri Lanka

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional · 23 Jun 2022 14:09 WIB

KBRI Siapkan Rencana Darurat bagi WNI di Sri Lanka


 Warga mengantre BBM di tengah kondisi Sri Lanka yang dilanda krisis ekonomi. (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Warga mengantre BBM di tengah kondisi Sri Lanka yang dilanda krisis ekonomi. (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Krisis ekonomi membuat situasi di Sri Lanka terus memburuk. Kedutaan Besar RI di Kolombo belum memutuskan melakukan evakuasi wajib bagi warga negara Indonesia (WNI) meski negara di Asia Selatan itu telah diklaim bangkrut.

“KBRI belum memutuskan mengumumkan evakuasi wajib (mandatory evacuation) bagi WNI yang tinggal di Sri Lanka,” ujar pejabat konsuler KBRI Kolombo, Heru Prayitno, dikutip dari CNNIndonesia.com.

KBRI siap mendukung dan membantu WNI yang memutuskan meninggalkan Sri Lanka atau evakuasi mandiri karena krisis yang terjadi di negara itu. Heru menjelaskan, KBRI telah menyusun rencana kontijensi guna membantu WNI jika situasi terus memburuk dan segera memerlukan penanganan.

“KBRI telah menyusun rencana kontijensi guna membantu WNI jika situasi terus memburuk dan segera memerlukan penanganan. Dalam kaitan ini KBRI selalu konsultasi dengan Kemlu Pusat dan koordinasi dengan otoritas Pemerintah Sri Lanka,” paparnya.

Tak hanya itu KBRI, juga telah menyiapkan kebutuhan sembako bagi WNI yang membutuhkan. “Penyiapan kebutuhan sembako merupakan bagian dari rencana kontijensi perlindungan WNI,” terang dia.

KBRI terus melakukan pemantauan situasi dan berkomunikasi dengan seluruh WNI. Sementara itu berdasarkan data hingga Mei 2022, jumlah warga Indonesia di Sri Lanka mencapai 306 orang.

Mekanisme pemantauan dan komunikasi dilakukan melalui grup WhatsApp dan pengumuman terbaru melalui situs resmi KBRI. Namun, Heru mengatakan masih banyak WNI yang masih memutuskan bertahan di Sri Lanka karena masih mendapat fasilitas yang memadai termasuk gaji, makan, dan akomodasi. Menurut Heru, mayoritas WNI di sana bekerja sebagai terapis spa.

Namun, Heru tak menampik terdapat sejumlah WNI terapis spa di Sri Lanka yang turut menghadapi kendala terkait hak gaji di situasi krisis saat ini. Sebelumnya diberitakan krisis ekonomi di Sri Lanka membuat negara itu runtuh usai terjerat utang hingga membuat negara tidak bisa memenuhi kebutuhan makanan, bahan bakar, listrik dan banyak lainnya dalam beberapa bulan.

“Ekonomi kita benar-benar runtuh,” kata Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe.

Pria yang juga menjabat Menteri Keuangan dengan tugas utama menstabilkan ekonomi negara itu menyampaikan, Sri Lanka tidak bisa membeli bahan bakar impor, bahkan untuk cetak uang tunai karena utang yang luar biasa besar.

“Saat ini, Ceylon Petroleum Corporation berhutang 700 juta dolar AS. Akibatnya, tidak ada negara atau organisasi di dunia yang bersedia menyediakan bahan bakar untuk kami,” kata dia, dikutip Suara.com dari ABC News.

“Mereka bahkan enggan menyediakan bahan bakar untuk mendapatkan uang tunai,” imbuhnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional