Kelaparan, Warga Mariupol Makan Merpati untuk Bertahan Hidup

Menu

Mode Gelap
Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor, Kamis 29 September 2022 Siap-siap Payung, Kota Bogor Hujan Hari Ini, Kamis 29 September 2022

Internasional · 28 Jun 2022 22:59 WIB

Kelaparan, Warga Mariupol Makan Merpati untuk Bertahan Hidup


 Kota Mariupol.(Foreign Policy/Bogordaily.net) Perbesar

Kota Mariupol.(Foreign Policy/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wali Kota Mariupol yang diasingkan, Vadym Boichenko, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin 26 Juni 2022, bahwa penduduk telah berjuang untuk bisa terus hidup dan memberi makan diri sendiri dengan cara apa pun, termasuk memasang jebakan untuk menangkap burung merpati.

Salah seorang pejabat di Mariupol memposting pernyataan di media sosial, “orang-orang sedang merakit perangkap merpati, seperti yang mereka lakukan selama Kelaparan Besar tahun 1932-1933.”

“Penduduk Mariupol berada di ghetto, tanpa air minum dan makanan. Mereka tidak bisa meninggalkan kota,” kata Boichenko, dikutip dari RMOL.

Di tengah kesengsaraan itu, dilaporkan bahwa pasukan Rusia mengejek dengan mengatakan kepada orang-orang yang dulu hidupnya nyaman, yang tidak tahu apa itu kelaparan atau kekurangan air minum.

Mariupol, yang saat ini diduduki oleh pasukan Rusia, situasinya cukup memprihatinkan. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah kota hanya cukup untuk sejumlah kecil orang. Kelaparan mengancam mereka, belum lagi ahaya wabah penyakit menular.

Tidak diketahui berapa banyak penduduk kota yang tewas sejak awal perang. Angka resmi mengatakan bahwa setidaknya ada 22.000 yang tewas, bisa juga lebih dari itu.

Oleksandr Lazarenko, kepala Puskesmas di Mariupol menginformasikan tentang bahayanya orang memakan merpati.

“Merpati adalah tempat berkembang biak bagi banyak penyakit virus, bakteri dan jamur. Dalam hal ini, daging dapat terinfeksi. Dapat menyebabkan histoplasmosis, ensefalitis, ornithosis, salmonellosis, toksoplasmosis dan penyakit berbahaya lainnya. Penyakit seperti itu sangat berbahaya bagi anak-anak dan orang tua. Dengan tidak adanya perawatan medis yang tepat, itu bahkan dapat menyebabkan kematian,” katanya, seperti dikutip dari CNN.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pengumuman Putin: Rusia Resmi Caplok 4 Wilayah Ukraina

1 Oktober 2022 - 08:18 WIB

Dituduh Lecehkan Anak-anak, Vatikan Jatuhkan Sanksi untuk Uskup Belo

30 September 2022 - 18:42 WIB

Tok! Thailand Legalkan Aborsi di Usia Kehamilan 20 Minggu

30 September 2022 - 17:31 WIB

Thailand legalkan Aborsi

Inggris Luncurkan Koin Resmi Bergambar Raja Charles III

30 September 2022 - 17:26 WIB

Koin Raja Charles III

Ngeri! Bom Meledak saat Siswa di Afghanistan Ujian, 19 Orang Tewas

30 September 2022 - 15:41 WIB

Meja Bundar Jadi Saksi, PBB Bahas Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Rusia

30 September 2022 - 11:14 WIB

Pipa Gas Nord Stream
Trending di Internasional