Kemenag Terjunkan 782 Tenaga Kesehatan, Jelang Puncak Ibadah Haji 2022

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Haji 2022 · 30 Jun 2022 21:54 WIB

Kemenag Terjunkan 782 Tenaga Kesehatan, Jelang Puncak Ibadah Haji 2022


 Jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di bukit Arafah, Arab Saudi, untuk melaksanakan puncak ibadah haji wukuf. (AFP via suara.com) Perbesar

Jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul di bukit Arafah, Arab Saudi, untuk melaksanakan puncak ibadah haji wukuf. (AFP via suara.com)

Bogordaily.netKementerian Agama (Kemenag) RI menerjunkan 782 tenaga kesehatan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

782 orang tenaga kesehatan akan diturunkan itu terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat.

“Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana mengutip dari kemenag.go.id

Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.

“Tenaga dokter dan perawat Insya Allah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna,” ujarnya.

Saat puncak haji, KKHI juga akan mulai mencoba rompi penurun panas atau Carbon Cool. Rompi ini didesain khusus untuk jemaah yang mengalami heat stroke akibat udara yang cukup panas.

“Di Indonesia ini pernah diuji coba dan berhasil. Nanti akan kita coba apakah efektif untuk jemaah heat stroke,” ujarnya.

Menjelang puncak haji, KKHI juga melakukan screaning khusus bagi jemaah dengan risiko tinggi. Mereka didata di kloter dan sektor.

Jika risiko tinggi dengan komorbid, jemaah akan dijemput untuk dilakukan medical check up di KKHI. “Sudah 500-an jemaah yang kita screaning,” ujarnya.

Data di KKHI, jemaah yang dirawat mayoritas menderita kardiovaskular atau terdapat gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

“Penyakit paling banyak diderita jemaah adalah kardiovaskular. Awalnya diprediksi penyakit paru, ternyata kardiovaskular, yakni jantung. Angkanya cukup banyak bahkan dari 14 yang meninggal 13 terkait kardiovaskular,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia M Imran mengatakan hingga saat ini KKHI telah merawat 731 kasus rawat jalan dan 200 rawat inap. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sudah 81.612 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

10 Agustus 2022 - 09:10 WIB

Update! Sudah 78.369 Jamaah Haji Tiba di Indonesia

9 Agustus 2022 - 10:25 WIB

Badai Pasir di Madinah, Ini Pesan Buat Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 14:57 WIB

Menag Gus Yaqut Sambut Petugas Haji di Soetta

8 Agustus 2022 - 09:10 WIB

petugas haji

Bandara Madinah Dilanda Badai Pasir, Begini Kondisi Jamaah Haji Indonesia

8 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Alhamdulillah, Sudah 69.944 Jamaah Haji Pulang ke Tanah Air

7 Agustus 2022 - 08:16 WIB

Trending di Haji 2022