Korban Tewas Gempa Bumi Afghanistan Sebanyak 1.000 Orang

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional ยท 23 Jun 2022 06:54 WIB

Korban Tewas Gempa Bumi Afghanistan Sebanyak 1.000 Orang, Taliban Butuh Bantuan Internasional


 Gempa Bumi Terparah Afghanistan dalam Dua Dekade Terakhir, Hancurak 2.000 Bangunan. (detik/Bogordaily.net) Perbesar

Gempa Bumi Terparah Afghanistan dalam Dua Dekade Terakhir, Hancurak 2.000 Bangunan. (detik/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Jumlah korban tewas gempa bumi Afghanistan berkekuatan Magnitudo 6.1 yang terjadi Rabu, 22 Juni 2022 dini hari sebanyak 1.000 orang. Kejadian ini menjadi gempa paling mematikan yang melanda Afghanistan dalam dua dekade terakhir.

Gempat telah menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan melukai 1.5000 lainnya di Afghanistan timur, kata seorang pejabat Taliban yang berkuasa kepada BBC seperti dikutip 23 Juni.

Taliban meminta bantuan internasional untuk upaya penyelamatan, karena gambar-gambar menunjukkan tanah longsor dan rumah-rumah yang dibangun dari lumpur di provinsi Paktika.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhunzada, mengatakan korban tewas imbas bencana itu akan terus bertambah. Sejauh ini tim SAR masih mencari orang yang hilang atau tertimpa bangunan.

Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang Afghanistan pada Rabu, 22 Juni 2022 pagi waktu setempat.

Selain korban jiwa, guncangan juga menyebabkan 2.000 bangunan roboh. Gempa terjadi tak lama setelah 01:30 (21:00 GMT Selasa) saat orang-orang tidur. Ratusan rumah hancur akibat gempa yang terjadi di kedalaman 51 km (32 mil).

Gempa bumi melanda sekitar 44km dari kota Khost dan getarannya terasa hingga ke Pakistan dan India. Saksi mata melaporkan merasakan gempa di ibu kota Afghanistan, Kabul, dan ibu kota Pakistan, Islamabad.

Pejabat Taliban meminta PBB untuk “mendukung mereka dalam menilai kebutuhan dan menanggapi mereka yang terkena dampak”, Sam Mort dari unit Kabul Unicef mengatakan kepada BBC, dikuti dari VOI Indonesia.

Sementara, perwakilan khusus Inggris untuk Afghanistan, Nigel Casey, mengatakan Inggris telah berhubungan dengan PBB dan “siap untuk berkontribusi pada tanggapan internasional”.

Terpisah, dalam keterangan kepada Reuters penduduk setempat menggambarkan pemandangan mengerikan dari kematian dan kehancuran setelah gempa larut malam.

“Saya dan anak-anak berteriak. Salah satu kamar kami hancur. Tetangga kami berteriak dan kami melihat kamar semua orang,” tutur penduduk bernama Fatima.

“Itu menghancurkan rumah-rumah tetangga kami. Ketika kami tiba, banyak yang tewas dan terluka. Mereka mengirim kami ke rumah sakit. Saya juga melihat banyak mayat,” ungkap penduduk lain bernama Faisal.

Rusaknya menara telepon seluler, menjadikan komunikasi paska-gempa menjadi sulit. Sebagian besar korban sejauh ini berada di distrik Gayan dan Barmal di Paktika, kata seorang dokter setempat kepada BBC. Situs media lokal Etilaat-e Roz melaporkan seluruh desa di Gayan telah hancur.

Gempa bumi bukan pertama kali terjadi di Afghanistan. Pada Januari lalu, puluhan orang tewas dan terluka usai dua gempa melanda provinsi barat Badgis.

Negara Asia Selatan itu kerap dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush yang berada di antara persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional