Resmi Dilegalkan, Masyarakat Thailand Ramai-ramai Tanam Ganja

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Internasional · 9 Jun 2022 11:45 WIB

Resmi Dilegalkan, Masyarakat Thailand Ramai-ramai Tanam Ganja


 Ilustrasi tanaman ganja.(unsplash/Suara.com/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi tanaman ganja.(unsplash/Suara.com/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Masyarakat Thailand Ramai-ramai Tanam Ganja setelah Pemerintah Thailand resmi menerapkan Undang-Undang Legalisasi Ganja untuk kepentingan medis dan kosmetik mulai Kamis 9 Juni 2022 hari ini.

Dengan berlakunya undang-undang ini, aktivitas produksi, impor, ekspor, distribusi, konsumsi, hingga kepemilikan ganja di Thailand kini diperbolehkan secara resmi.

Kebijakan itu pun menjadi salah satu komoditas bau bagi para petani di negeri ini untuk tanam ganja dalam jumlah yang besar bakal akan menjadi lahan bisnis baru.

Wakil Komisaris Polisi dan Direktur Biro Pemberantasan Narkotika (NSB) Thailand, Jenderal Roy Ingkapairote mengatakan, lebih dari 4.200 tahanan terkait ganja akan dibebaskan.

“Kasus ganja yang menunggu penyelidikan juga akan dibatalkan sementara surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk penggunaan ganja akan dicabut,” kata Ingkapairote dikutip Suara.com dari Bangkokpost, Kamis 9 Juni 2022.

Aturan baru ini juga membuat Thailand menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan ganja untuk kepentingan medis dan kosmetik, sekaligus budidaya ganja di rumah.

Kementerian Kesehatan Thailand menegaskan, tujuan dari undang-undang legalisasi ganja ini adalah untuk meringankan kondisi kesehatan tertentu di tingkat rumah tangga.

Namun, warga yang ingin menanam ganja wajib melalui sejumlah persyaratan, antara lain, dengan mengajukan izin melalui aplikasi Pluk Kan terlebih dahulu agar bisa dipantau penggunaannya.

“Kami akan memiliki tim psikiater di setiap provinsi untuk menawarkan bantuan. Kami juga akan membentuk tim lain untuk menyelidiki kasus kecelakaan di jalan yang dapat dikaitkan dengan penggunaan ganja,” kata Sekretaris Kemenkes Thailand, Kiattiphum Wongrajit.

Kadar senyawa psikoaktif dalam ganja, tetrahydrocannabinol (THC) juga tidak bolehlebih dari 0,2 persen.

Penjualan ganja juga dilarang untuk wanita hamil dan warga di bawah usia 20 tahun. Sementara, izin impor ganja tetap wajib melalui pihak berwenang.***

sumber: suara.com

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Total 41 Orang Tewas, Israel-Palestina Gencatan Senjata

8 Agustus 2022 - 12:32 WIB

Covid-19 Melonjak, Kota Sanya China Lakukan Lockdown

8 Agustus 2022 - 11:30 WIB

sanya

Akibat Kekeringan, Susu Akan Langka di Prancis Selama Musim Dingin

8 Agustus 2022 - 10:40 WIB

susu

Pemimpin Jihad Islam Palestina Kedua Tewas di Gaza

8 Agustus 2022 - 08:09 WIB

jihad islam palestina

Korban Tewas Serangan Israel di Jalur Gaza Bertambah Jadi 29 Orang

7 Agustus 2022 - 14:53 WIB

Israel Serang Jalur Gaza, 24 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

7 Agustus 2022 - 08:44 WIB

Trending di Internasional