Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 30 Jun 2022 21:57 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London


 Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kematian massal 21 orang yang sebagian besar korbannya remaja di sebuah kedai di East London, Afrika masih menyisakan kehilangan medalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.

Xolile Malengeni, seorang ayah yang putri remajanya menjadi korban termuda dalam tragedi tersebut menceritakan kisah itu. Anaknya yang berusia 13 tahun, ditemukan oleh polisi tergeletak tak bernyawa di meja pub Minggu pagi, 26 Juni 2022 waktu setempat.

“Ketika saya kembali dari kerja, putri saya, Esinako ada di rumah. Dia bersama teman-temannya bersiap untuk pergi,” katanya mengisahkan, dikutip dari RMOL, Kamis 30 Juni 2022.

“Pagi hari pada hari Minggu, saya mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan dia terluka. Mereka tidak mengatakan dia telah meninggal. Jadi, kami bergegas ke kedai. Polisi tiba setelah kami tiba di tempat kejadian tetapi ada orang yang melarang kami memasuki kedai,” ujrnya.

Warga di sekitar lokasi terus menggambarkan kekacauan pemandangan pada malam hari itu dengan sejumlah orang menangis dan menjerit.

“Pada malam itu terjadi, orang-orang minum di luar halaman saya dan di luar kedai. Saya sedang di tempat tidur dan mendengar putri saya mengatakan ada sesuatu yang sangat salah terjadi di Enyobeni. Saya bangun kemudian mendengar orang-orang menangis dan berteriak,” kata George Kwinana, anggota komunitas.

Hingga saat ini penyebab kematian tetap menjadi misteri. Pihak berwenang masih menyelidiki secara pasti apa yang menyebabkan kematian 21 orang tersebut, tetapi laporan telah muncul tentang bau mencekik yang kuat di dalam gedung dan mereka yang dirawat di rumah sakit digambarkan menderita nyeri dada.

Pada saat kejadian para remaja dilaporkan merayakan akhir ujian tengah tahun, ulang tahun DJ lokal dan pelonggaran beberapa pembatasan Covid-19 terakhir di Afrika Selatan, yang diumumkan awal pekan ini.

Penyidik ​​terus mencari kemungkinan petunjuk dan jawaban.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional