PLN Naikan Tarif Listrik, Ini Lima Golongan yang Berhak Menerima

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Ekonomi · 30 Jun 2022 14:22 WIB

Mulai Besok PLN Naikan Tarif Listrik, Ini Lima Golongan yang Berhak Menerima


 Kenaikan Tarif Listrik Agar Berlangsung Besok, 1 Juli 2022. (sindonews/Bogordaily.net) Perbesar

Kenaikan Tarif Listrik Agar Berlangsung Besok, 1 Juli 2022. (sindonews/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) akan menaikkan tarif listrik untuk kuartal III-2022. Kenaikan tarif listrik ini hanya dikhususkan untuk lima golongan pelanggan nonsubsidi. Adapun kenaikan tarif ini resmi mulai berlaku pada besok Jumat 1 Juli 2022.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, pelanggan listrik PLN nonsubsidi saat ini ada 13 golongan. Sementara, penyesuaian ini hanya diterapkan pada 5 golongan.

”Dan diputuskan yang kita sesuaikan untuk R2, R3 dan sektor pemerintah atau P atau publik,” katanya, beberapa waktu lalu.

Adapun, penyesuaian atau kenaikan tarif listrik oleh PLN, hanya diberlakukan kepada rumah tangga mampu yang berjumlah 2,09 juta pelanggan atau 2,5% dari total pelanggan PLN yang mencapai 83,1 juta. Juga kepada golongan pemerintah yang berjumlah 373 ribu pelanggan atau 0,5%.

Pertama, pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan.

Kedua, pelanggan rumah tangga golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp346.000 per bulan.

Ketiga, pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan.

Keempat, pelanggan pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp271.000 per bulan.

Kelima, pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 38,5 juta per bulan.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

MenKopUKM: Pemerintah Sedang Mendisain Ulang Kebijakan Ekonomi Digital Untungkan UMKM

6 Oktober 2022 - 16:47 WIB

Kebijakan Ekonomi Digital

Info Lengkap IPO Jayamas Medica Industri: Jadwal dan Harga Saham Perlembar

6 Oktober 2022 - 15:17 WIB

Generasi Muda Jadi Pasar Potensial bagi Industri Batik Nasional

6 Oktober 2022 - 14:58 WIB

Dukung Pengurangan Emisi, BRI Menanam Proyeksikan Penyerapan Karbon Hingga 108 Ribu Ton CO2

6 Oktober 2022 - 14:51 WIB

Naba Amanah Property Bangun Hunian dengan Kearifan Lokal Ramah Anak

6 Oktober 2022 - 13:43 WIB

Wamen BUMN Kembali Tegaskan Indonesia Akan Jadi Ekonomi Digital Terbesar ASEAN pada 2030 di Dentsu Connect 2022

5 Oktober 2022 - 15:21 WIB

Dentsu Connect
Trending di Ekonomi