Muncul Sejak Zaman Belanda, Ini Mitos dan Asal-Usul Babi Ngepet

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Kisah Misteri · 27 Jun 2022 13:47 WIB

Muncul Sejak Zaman Belanda, Ini Mitos dan Asal-Usul Babi Ngepet


 Ilustrasi babi ngepet.(Warga Sawangan Depok berhasil menangkap babi yang diduga babi ngepet (Supriyadi/Suarabogor.id/Bogordaily.net)
Perbesar

Ilustrasi babi ngepet.(Warga Sawangan Depok berhasil menangkap babi yang diduga babi ngepet (Supriyadi/Suarabogor.id/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Babi ngepet kerap membuat resah masyarakat. Mitos babi ngepet ini pun hidup dan berkembang menjadi cerita rakyat di Indonesia hingga saat ini. Konon ilmu babi ngepet bisa didapat dari seorang kuncen gunung.

Syaratnya, harus tersedia tumbal satu orang dari keluarga mereka yang ingin menjadi babi ngepet. Nantinya, orang bisa berubah menjadi babi ngepet setelah memakai rompi dan bersujud. Babi ngepet bisa mengambil uang orang dengan hanya menggesek-gesekan tubuhnya pada dinding rumah. Lalu bagaimana asal-usul kepercayaan babi ngepet ini muncul?

Sejarawan Kuntowijoyo dalam bukunya, Muslim Tanpa Masjid yang dikutip dari Detik.com menjelaskan kepercayaan terkait pesugihan seperti babi ngepet dan tuyul ini muncul dari budaya masyarakat agraris.

Dalam masyarakat agraris, petani tak bisa menjadi kaya tanpa memperluas lahan pertanian dan membuat petani lain miskin. Maka dari itu, kemudian muncul kepercayaan soal babi ngepet yang membuat orang menjadi kaya tanpa bekerja.

Singkatnya, kepercayaan babi ngepet ini muncul karena masyarakat agraris dulu meyakini bahwa mencari kekayaan harus dengan bekerja keras di lahan pertanian, bukan berleha-leha di rumah.

Muncul sejak zaman penjajahan Belanda

Sementara itu dilansir Your Say Suara.com dari Voi.id, beberapa ahli beranggapan bahwa mitos ini sudah berkembang pada zaman penjajahan Belanda. Salah satu dari ahli yang mengkaji sejarah fenomena ini, yakni Christopher Reinhart yang mengemukakan bahwa mitos ini dipercaya oleh pada petani pada era tanam paksa (1830) yang menaruh curiga pada orang lokal yang kaya secara tiba-tiba karena praktik tengkulak dan pinjaman uang.

Mereka menuding para orang kaya tersebut melakukan ilmu gaib dengan mengubah diri menjadi seekor babi ngepet yang mencuri uang warga. Tudingan itu dilontarkan dalam rangka menurunkan citra orang kaya yang dianggap memeras rakyat dengan menjadi tengkulak.

Berkat mitos yang berkembang dari kecurigaan tersebut, cerita mengenai babi ngepet menjadi populer di tahun-tahun setelahnya. Masyarakat mulai tertarik untuk mempelajari ilmu gaib babi ngepet untuk memperkaya diri dengan instan. Maka, timbul berbagai cerita cara mempelajari menjadi babi ngepet seperti dengan menggunakan lilin, kain hitam, dan sebagainya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Dibalut Masa Lalu yang Kelam, Tempat Ini Dijuluki Kota Para Penyihir

12 Agustus 2022 - 18:29 WIB

Oh Serem…! Kisah ‘Kampung Setan’ di Kawasan Wisata Curug Seribu, Terdengar Ramai Padahal Sepi

12 Agustus 2022 - 17:06 WIB

Misteri Pria Tanpa Kepala di Pulau Kematian Nusakambangan

12 Agustus 2022 - 15:50 WIB

Misteri Ojek Online Tersasar di Hutan Jati Gunungkidul, Terdengan Suara Rintihan

11 Agustus 2022 - 19:55 WIB

Hutan Jati Gunungkidul

Asal Usul Malam Jumat Kliwon

11 Agustus 2022 - 19:38 WIB

4 Mitos Angker Malam Jumat Kliwon, No 1 Paling Bikin Merinding

11 Agustus 2022 - 19:26 WIB

Trending di Kisah Misteri