Polisi Selamtakan 35 Gadis yang Dijadkian Budak Seks Pabrik Bayi

Menu

Mode Gelap
Sekolah SMPN 16 Kota Bogor Digondol Maling, Kerugian Capai Rp 15 juta Siap-siap, Uji Coba Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Besok Diisukan Hamil Anak Jay Park, Ini Tanggapan Jessi SuaraPemerintah.ID dan TRAS N CO Indonesia Berikan Penghargaan Istimewa untuk BPR Korea Utara Beberkan AS-Korsel-Jepang Mulai Membentuk “NATO Versi Asia”

Internasional · 23 Jun 2022 09:13 WIB

Pabrik Bayi Digeruduk, Polisi Selamatkan 35 Gadis yang Dijadikan Budak Seks


 35 Remaja Dijadikan Budak Seks. Para Korban Berusia Antara 14 tahun hingga 17 Tahun. (sindonews/Bogordaily.net) Perbesar

35 Remaja Dijadikan Budak Seks. Para Korban Berusia Antara 14 tahun hingga 17 Tahun. (sindonews/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Komando Polisi Negara Bagian Anambra, Nigeria , telah menyelamatkan 35 gadis remaja yang dijadikan budak seks dan pabrik bayi dari sebuah hotel. Para korban berusia antara 14 tahun hingga 17 tahun.

Puluhan gadis ini menangis pilu saat polisi berhasil membongkar kasus penjualan bayi ilegal. Alih-alih mendapat pekerjaan halal, puluhan gadis ini dipaksa menjadi budak seks hingga diperlakukan sebagai pabrik bayi. Para gadis ini di dipaksa hamil hingga melahirkan. Kemudian anak mereka diambil paksa untuk dijual di pasar gelap.

Pada 13 Juni 2022, Polisi Negara Bagian Anambra, di kawasan tenggara Nigeria, menyelamatkan 35 gadis remaja dari Hotel Gally Gally yang ditengarai menjadi lokasi “pabrik bayi”. Ikenga, lebih lanjut, mengatakan beberapa orang ditangkap sehubungan dengan kejahatan tersebut. Tiga senapan pompa, tujuh peluru dan uang tunai ditemukan petugas selama penggerebekan.

“Pengelola hotel dan lainnya masih buron, tetapi kami menangkap enam orang lainnya yang biasa menerima gadis atas nama pemilik hotel, termasuk asistennya, Uzo Ifeoma (35) dan dua petugas keamanan, Chidiebere Alaka dan Chidera Alaka, yang memastikan bahwa gadis-gadis itu tidak melarikan diri begitu mereka masuk ke hotel,” ujarnya.

Juru bicara kepolisian Tochukwu Ikenga menyampaikan kabar tersebut pada Rabu, 15 Juni 2022. Menurut keterangannya, para perempuan yang berhasil diselamatkan berusia antara 14-17, dan mereka terjebak bisnis prostitusi. Beberapa di antara mereka sedang hamil besar.

Praktik ilegal tersebut diketahui telah beroperasi di dalam negeri selama beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan hasil analisis tren dan pola kejahatan yang ketat, polisi menggerebek hotel yang menjadi sarang prostitusi dan pabrik bayi. Di sana, anak-anak berusia antara 14-17 digunakan sebagai budak seks,” ungkap Ikenga.

“Kami bekerja sama dengan Badan Nasional Pemberantasan Perdagangan Manusia untuk merehabilitasi dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak yang menjadi korban prostitusi,” lanjutnya. “Semua tersangka akan diadili setelah penyelidikan terhadap mereka selesai.”

Dalam konferensi pers, beberapa orang penyintas menyebut mereka ditawari pekerjaan menjanjikan di hotel. Mereka tak tahu-menahu akan dipaksa menjadi pekerja seks.

Beberapa dari mereka mengatakan mereka ditipu ke dalam bisnis atas nama “datang untuk bekerja sebagai sales girl”, setelah itu mereka dikurung dan berkemah tanpa anggota keluarga mereka mengetahui keberadaan mereka.

Salah satu dari mereka, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Favour, mengatakan setiap kali mereka hamil, mereka diizinkan untuk memiliki bayi, setelah itu bayi itu dijual.

“Saya dibujuk ke dalam bisnis oleh seorang teman yang tidak memberi tahu saya bahwa kami akan digunakan sebagai pelacur. Saya diberitahu bahwa saya datang untuk bekerja sebagai sales girl, hanya untuk terjebak. Saya datang ke sana pada Agustus 2021, untuk bekerja sebagai sales girl. Tak satu pun dari kami bisa melarikan diri karena penjaga di sana dan keamanan yang ketat di sekitar kami,” paparnya.*

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Paus Fransiskus Tuding Rusia Lakukan Agresi dan Imperialisme di Ukraina

1 Juli 2022 - 20:01 WIB

Sering Dihina London, Moskow Panggil Duta Besar Inggris

1 Juli 2022 - 18:03 WIB

Moskow

Jokowi ke Abu Dhabi Ditemani Prabowo Usai Bertemu Putin

1 Juli 2022 - 12:16 WIB

Bertemu Presiden Rusia, Jokowi Siap Jadi Jembatan Komunikasi Putin-Zelensky

1 Juli 2022 - 08:41 WIB

Pendukung yang Hina Nabi Muhammad Tewas Dipenggal, India ‘Lockdown’

1 Juli 2022 - 05:39 WIB

Misteri Penyebab Kematian Massal 21 Remaja di London

30 Juni 2022 - 21:57 WIB

kematian massal 21 remaja
Trending di Internasional