Pemkot Adakan Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Kota Bogor · 15 Jun 2022 16:36 WIB

Pemkot bersama Dinkes Kota Bogor Adakan Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular


 Walikota Bogor saat Hadir dalam Gerakan  Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular. (albin/Bogordaily.net) Perbesar

Walikota Bogor saat Hadir dalam Gerakan Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular. (albin/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Melalui paguyuban salapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beserta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor adakan Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular. Acara tersebut digelar di Villa Arum Sari, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu 15 Juni 2022.

Pantauan Bogordaily.net, Turut hadir dalam agenda ini Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, beserta staff jajaran lainya.

Diselenggarakannya acara ini dalam rangka memperingati Hari Hipertensi sedunia pada 17 Mei lalu dengan tema Nasional tahun 2022 adalah “Cegah dan kendalikan Hipertensi untuk hidup sehat lebih lama”.

Secara nasional, Kemenkes RI pada tanggal 18 Mei 2022 yang lalu, telah menyelenggarakan Kick Off Gerakan Bulan Deteksi Penyakit Tidak Menular, sebagaimana disampaikan dalam SE Kemendagri RI tanggal 23 Mei 2022 No. 440/3238/Bangda, perihal : Pelaksanaan Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke 540.

Tujuanya sendiri agar terlaksananya pencegahan dan pengendalian PTM untuk menurunkan angka kesakitan, angka kecacatan akibat komplikasi dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular di Kota Bogor.

Melalui Inovasi Paguyuban Salapan, akan ada sembilan sasaran melibatkan sembilan program Kesehatan Puskesmas, dan melaksanakan Sembilan jenis pelayanan deteksi dini kesehatan usia produktif dan lansia.

Menurutnya, penyebab kematian akibat penyakit tidak menular banyak sekali, terlebih penyakit seperti diabet, jantung dan hipertensi dapat dipengaruhi oleh pola hidup dan juga kebiasaan yang tidak baik, dengan begitu Pemkot adakan gerakan serentak deteksi dini penyakit tidak menular untuk pengecekan secara rutin.

“Penyebab kematian itu banyak sekali karena adanya ketidak adilan bagi diabet, jantung, hipertensi dan lain sebagainya, itu sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan juga kebiasaan, jadi disini kita lakukan gerakan serentak deteksi dini Penyakit Tidak Menular, untuk pengecekan secara rutin,” ucapnya

Lanjutnya, Pemkot Bogor bergerak melakukan deteksi dini PTM dengan kolaborasi antara aparatur kecamatan, kelurahan, puskesmas dan organisasi-organisasi di Kota Bogor untuk menyadarkan kembali masyarakat agar hidup sehat dan melakukan pengecekan secara rutin.

“Semisal cek darah dan lainnya. Tim kolaborasi akan terjun kelapangan, angka harapan hidup di Kota Bogor minim karena gaya hidup, akses faskes dan status sosial tadi. Tiga ini terus kami tingkatkan, dengan edukasi menyeluruh terus menerus, kemudian akses faskes di perbaiki agar warga mudah menjangkau atau mobilisasi warga ke faskes dekat. RT, RW, Posyandu dan Posbindu bergerak menjemput warga,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada seluruh stake holder terkait yang sudah berkolaborasi dalam pelaksanaan deteksi dini PTM dan penerapan GERMAS.

“Ucapan terima kasih kepada seluruh stake holder rumah sakit, klinik, organisasi profesi, industri, perkantoran, unsur pendidikan, maupun kader-kader kesehatan yang sudah berkolaborasi dalam pelaksanaan deteksi dini PTM dan penerapan GERMAS (Gerakan Masyarakat),” imbuhnya

Sementara, harapanya semoga dengan adanya ikhtiar ini Dinas Kesehatan Kota Bogor dapat menurunkan angka kesakitan, kecacatan akibat komplilasi dan juga kematian akibat PTM yang ada di Kota Bogor.

“Semoga ikhtiar kami bersama dapat menurunkan angka kesakitan, kecacatan akibat komplikasi, maupun kematian akibat PTM di Kota Bogor,” pungkasnya.

(Albin)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mayat di Bengkel Bikin Heboh Ciawi, Begini Kata Polisi

28 September 2022 - 20:33 WIB

Kabar Gembira! BSH Buka Kesempatan Berkarir, Berikut Persyaratannya

28 September 2022 - 16:16 WIB

kesempatan Berkarir BSH

Pelayanan Gratis, Babinsa Curug Kawal Program TMKK

28 September 2022 - 15:40 WIB

Serka Eko Tri Ristanto Laksanakan Musyawarah Bersama Para Warga

28 September 2022 - 15:30 WIB

Muayawarah

Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Diserahkan di Kota Bogor

28 September 2022 - 13:52 WIB

Antisipasi BDB, Bapak-Bapak Diskusi Asik Bareng TNI

28 September 2022 - 13:15 WIB

Trending di Kota Bogor